Rahasia Mengerikan VOC yang Tak Pernah Terungkap!
Ilustrasi VOC berdiri @Istimewa

MALANGTODAY.NET – Tepat hari ini, sekitar empat abad yang lalu, Belanda membentuk Verenigde Oost-Indische Comagnie atau VOC. Organisasi ini menjadi sarekat dagang milik Belanda yang mengeruk kekayaan rempah di Indonesia. Armada dagang ini bertengger di Hindia hingga 1799 karena kasus korupsi yang sangat kronis.

Didirikan pada 20 Maret 1602, VOC menjadi simbol kolonialisme dan imperialisme di tanah Hindia. Meski demikian, tak banyak yang mengetahui rahasia mengerikan yang tersembunyi di balik sarekat dagang yang pernah disebut terbesar di dunia.

Penasaran? Berikut ulasannya dilansir dari Historia.

Tidak Peduli Agama

Jika Portugis dan Spanyol mengarungi lautan untuk menyebarluaskan ajaran agama mereka, VOC justru berbeda. Mereka hanya fokus pada harta dan kejayaan semata tanpa bermaksud menyiarkan agama mereka. Bahkan, para pendeta Protestan dikekang dan hanya difokuskan pada pelayanan di wilayah yang dikristenkan Portugis seperti Ambon, Minahasa, dan Malaka.

Negara dalam Negara

Jika sejarah menuliskan Hindia dijajah selama 350 tahun oleh Belanda, maka itu adalah hal yang keliru. Faktanya, penjajah Hindia yang sebenarnya justru adalah VOC. Organisasi ini seolah menjadi negara dalam negara yang memiliki hak monopoli perdagangan, mengadakan perjanjian, menjalankan pemerintahan, hingga punya mata uang sendiri.

17 Belas Kunci Rahasia

Ruang sidang VOC di Amsterdam, Heereen Seventien, menjadi lemari penyimpanan berbagai dokumen dan surat-surat penting seputar perdagangan di Hindia. Lemari itu memiliki 17 kunci yang hanya dimiliki oleh 17 anggota Heereen Seventien. Jadi jika tak ada satu orang, maka lemari itu tak akan terbuka.

Larangan Bawa Perempuan

VOC melarang perempuan untuk ikut berlayar ke Hindia. Hal ini yang membuat beberapa wanita harus menyaru menjadi laki-laki agar bisa diizinkan berlayar. Hal ini yang kemudian membuat para pria Belanda yang Hindia menikahi gadis-gadis Indo yang berayah Portugis. Sebagian besar perempuan ini berasal dari Sulawesi dan India.

Budak

Tak hanya rempah-rempah yang menjadi komoditas VOC, melainkan juga budak. Budak yang boleh dibawa hanya yang berasal dari Sulawesi dan Bali. Selain itu, keberadaan mereka tak hanya dibutuhkan sebagai tenaga kerja, namun juga status sosial. Maka dari itu, tak mengherankan rasanya jika budak akan dirawat, meski nyatanya banyak ditindas. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.