KOTA MALANG – Geliat Puskesmas Bareng untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya IDL (Imunisasi Dasar Lengkap) terus digenjot. Pasalnya pada tahun 2017 di wilayah Puskesmas Bareng menerima pasien difteri tertinggi di Kota Malang yakni sebanyak 7 pasien. Wilayah Puskesmas Bareng sendiri meliputi Kelurahan Bareng, Kasin, Gading Kasri, dan Sukoharjo.

Tingginya angka difteri tersebut dikarenakan masih banyak ibu yang tidak paham pentingnya IDL serta mempermasalahkan halal dan haramnya vaksin. Sehingga ancaman 10 penyakit akibat mengabaikan IDL diantaranya difteri, polio, hingga cacar bisa terjadi tanpa diduga.

“Susah sekali di wilayah kami. Bahkan kami kan juga menyasar sekolah-sekolah. Seperti TK dan SD ada beberapa sekolah yang menolak karena menganggap ini haram,” cerita Kepala Puskesmas Bareng drg. Muhammad Zamroni.

Oleh karena itu Puskesmas Bareng saat ini telah mengusulkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang agar skenario pendaftaran TK dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) diubah persyaratanya. Ia mengajukan masukan, agar Disdik memberlakukan syarat pengumpulan sertifikat telah melakukan IDL untuk masuk TK dan PAUD.

Tujuannya tak lain agar masyarakat mau dan sadar pentingnya IDL. “Responnya sih positif dari sana (Disdik) mereka menerima dengan baik. Kalau misal disetujui katanya nanti langsung ditembusi juga agar Wali Kota menegaskan,” bebernya pada radarmalang.id

Sementara itu saat ini Puskesmas Bareng telah mengeluarkan sertifikat bagi bayi usia 0-9 tahun yang telah diberi IDL. Ada 600 bayi yang targetnya akan menjadi sasaran IDL melalui program Jebolin (Jemput Bola Imunisasi). Program ini dilakukan dengan melakukan kunjungan ke rumah-rumah ibu yang memiliki bayi setiap hari jumat dan sabtu.

“Sampai bulan ini (Juli) yang sudah beres Bareng dan Kasin. Kalaupun nggak mau di IDL kita beri inform concern kalau nanti sakit akibat tidak IDL maka kami tidak bertanggungjawab,” tegas Zamroni.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.