MALANGTODAY.NET – Pasukan Irak telah merebut kembali 40 desa dari kelompok ISIS di dekat Mosul, Irak utara. Sekitar 800 hingga 900 militan ISIS terbunuh sejak pasukan Irak meluncurkan serangan untuk mengambil alih Mosul minggu lalu. Akibat serangan tersebut, posisi ISIS semakin terdesak, sebagian militan ISIS asal Indonesia kembali ke ke Tanah Air.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal (Pol) Suhardi Alius melapor kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas kepulangan para militan ISIS asal Indonesia.

Pol Suhardi mengungkapkan bahwa sekitar 50 militan ISIS asal Indonesia telah menginjakan kaki di Tanah Air.

“Kami sudah lapor ke presiden, ada sekitar 50-an udah kembali. Dan masih di sana ada sekitar 400 lebih,” kata Suhardi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (28/10).

Indonesia merasa khawatir atas kembalinya puluhan militan ISIS.  Sebab, paham radikal yang sudah ditanamkan kelompok ISIS bisa ditularkan kepada masyarakat lain. Indonesia kini terus meningkatkan pengawasan keamanan. Mengantisipasi tersebarnya pahaman radikal oleh militan ISIS yang baru saja kembali ke Indonesia, Suhardi mengaku telah berkonsultasi dengan Jokowi.

Itu sudah dibahas, bagaimana kalau sampai di sini ada peluang-peluang (menyebarkan paham radikal ISIS) itu. Termasuk regulasinya, orang pulang dari luar negeri kan nggak boleh kita periksa begitu saja. Kan nggak bisa, nah ruang-ruang seperti itu harus ada formatnya,” kata Suhardi.

Seperti dilansir merdeka, Suhardi mengakui bukan hal mudah mencegah penyebaran paham radikal. Maka dari itu, selain  berkonsultasi dengan orang nomor satu di Indonesia, mantan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) ini juga meminta   saran dari wartawan dalam mencegah penyebaran paham radikal yang dibawa militan ISIS Indonesia dari Kota Mosul.

“Yang dibawa paham loh, ada di dalam kepala. Kalau secara fisik, bisa berbuat kita bisa liat. Tapi kalau paham kita tidak bisa,” ujarnya.

Dalam hal ini ia memastikan bahwa Densus 88 tidak bisa dilibatkan. “Densus kan untuk penindakan, kita harus ada aspek lain (Dengan sentuhan yang sifatnya pendekatan),” tuntasnya. (mrd/ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda