JawaPos.com – Mulai kemarin (14/8), pemasangan box culvert sisi timur Tandes dikerjakan saat siang. Upaya itu dilakukan agar saluran diversi Gunungsari tersebut bisa rampung tepat waktu. Karena itu, kendaraan besar diimbau untuk tidak melewati Jalan Raya Manukan Wetan–Banjar Sugihan dan mencari jalur alternatif lain.

Pembangunan box culvert sisi timur Tandes dimulai sejak Mei. Kala itu, pengerjaannya hanya dilakukan saat malam demi menghindari kepadatan lalu lintas. Apalagi di kawasan tersebut, volume kendaraan cukup tinggi. Terlebih saat pagi dan sore. ”Kalau pengerjaan siang ya baru sekarang, tapi ini masih trial,” ucap supervisor pengerjaan box culvert sisi timur Tandes dari PT Media Jaya Kso Iwan Kris kemarin siang (14/8).

Sebelumnya, pengerjaan dilakukan setelah pukul 19.00 sampai menjelang subuh. Tetapi, itu dinilai kurang efektif. Sebab, waktu kerjanya pendek dan begitu menjelang pagi ada kecemasan pekerja mengantuk sehingga rawan terjadi kecelakaan kerja. Karena itu, sesuai rekomendasi pemkot, proyek bisa dikerjakan siang.

Untuk itu, agar tidak menimbulkan kemacetan dan mengganggu pekerjaan, kendaraan besar diimbau untuk tidak melintasi Jalan Raya Manukan Wetan–Banjar Sugihan. ”Kami sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian dari tiga kota. Surabaya, Gresik, dan Mojokerto,” sambungnya.

Tidak hanya kemacetan, yang juga dikhawatirkan adalah terjadinya kecelakaan kerja jika kendaraan besar melintas. Terutama ketika ada bongkar muat box culvert. Sebab, proses tersebut membutuhkan tempat yang lebar. Jika truk atau kontainer lewat, lajur menjadi sempit. Pemindahan beton dari truk ke lokasi proyek pun terkendala. Kepadatan sudah pasti tidak bisa dihindari. Kendaraan roda dua juga kerap tidak sabar saat menghadapi kemacetan. Imbauan untuk menghindari Jalan Raya Manukan Wetan–Banjar Sugihan bagi kendaraan besar, lanjut Iwan, sebenarnya sudah diberlakukan. Tetapi, saat itu hanya berlaku malam, pukul 23.00–04.00.

Kepadatan saat pekerjaan dimulai siang tergambar jelas kemarin. Tidak butuh waktu lama, antrean terjadi saat truk proyek berhenti untuk mengangkut tanah bekas galian. Buka tutup jalan dilakukan petugas. ”Volume lalu lintas menjadi kendala dalam pengerjaan ini,” jelasnya. Selain itu, ada kabel listrik aktif milik PLN yang menghalangi mobil crane untuk bergerak leluasa. ”Kami sudah koordinasi dengan pihak PLN,” ulasnya.

Untuk warga, kata Iwan, tidak ada masalah. Mereka mendukung proyek tersebut. Saat ini dari total panjang 764 meter, box culvert sudah terpasang 70 meter. Galian sepanjang 150 meter. Pengerjaannya dilakukan secara estafet. Di lahan yang sudah digali langsung dilakukan pemancangan dan pengecoran. Setelah itu, box culvert akan dipasang. ”Kami juga menambah personel agar proyek selesai tepat waktu,” sambungnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.