KEPANJEN – Warga sekitar Jembatan Metro, Kepanjen, kemarin Sabtu, (19/10) dihebohkan dengan penemuan mayat Mr X. Laki-laki pemulung yang biasa dipanggil Mbah oleh warga itu tewas mengenaskan dengan tubuh yang sudah menghitam lebam.

Mbah yang diketahui sudah berusia 70 tahunan ditemukan meninggal di kolong Jembatan Metro sisi utara, Jalan Kawi, Kepanjen, Kabupaten Malang. Lokasi itu disebut saksi jadi tempat korban menghabiskan hari-harinya.

“Korban hidup sebagai pemulung dan tinggal di lorong bawah jembatan sudah sekitar 1 tahunan,” papar Warsiman, saksi mata yang pertama kali mengetai kematian korban. Selama ini, dia tidak mempunyai tempat tinggal tetap.

Sejak ditemukan pertama kali oleh Warsiman, korban diketahui sudah meninggal di sana sekitar dua mingguan.

“Kondisinya sudah membusuk. Ada belatung dan jasadnya mulai mengering dan ringan saat diangkat,” tutur pria yang sering merumput, dan mencari mainan layangan yang menyangkut di jurang jembatan disekitar TKP itu.

Bahkan, kulit dan wajah pria bertubuh kecil itu sudah tidak bisa dikenali. Menghitam dan mengering. Saat proses evakuasi, tim SAR Awangga menemukan barang-barang milik korban di sekitar TKP yang digunakan korban untuk memasak. Ada juga baju yang dijemur serta beberapa sampah plastik hasil mulung korban.

“Saat ditemukan korban tergeletak menempel di tembok lorong bawah jembatan,” tandas Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.

Oleh Warsiman, kematian korban langsung dilaporkan ke karyawan pemandian metro. Warga dan saksi lanjut bersama- sama memastikan kondisi korban. Selanjutnya, informasi temuan dilanjutkan ke Polsek Kepanjen.

Petugas Polsek dibantu Team SAR Awangga yang melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban tidak bisa mendeteksi akibat meninggalnya korban karena korban tidak memiliki sanak keluarga. Lokasi yang yang sulit terjangkau juga jadi alasan korban tidak segera tertolong. Kini, pemulung tersebut sudah dibawa ke RSSA Malang untuk diotopsi.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: istimewa
Penyunting: FIa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.