Prabowo Subianto @Kabar24

MALANGTODAY.NET – Pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diprediksi akan kesulitan mengejar elektabilitas paslon nomor urut 02, Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Hal ini karena kubu Prabowo – Sandi dianggap minim 3M, yaitu momentum, media, dan money (uang).

Pendapat ini disampaikan oleh salah satu Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Menurut founder LSI ini, Denny JA, ketiga hal ini penting untuk menggalang suara secara masif. Ia juga memperinci bagaimana kubu Prabowo tertinggal banyak dalam 3 hal ini.

Baca Juga: Sambat Masalah BPJS, Posisi Jokowi Bisa Terancam?

“Sulit bagi Prabowo mengejar Jokowi jika kekurangan ‘3M’,” tukas Denny dilansir dari Detik.com, Senin (22/10/2018).

Menurut Denny, kubu Prabowo disinyalir beberapa kali gagal mengoptimalkan momentum yang ada. Mereka juga tidak memiliki akses pemberitaan lebih luas dan malah mengandalkan media sosial yang presentasenya hanya sekitar 30 – 40 persen saja. Selain itu, mereka juga dinilai terjebak pada situasi problem logistik. “Jadi saya lihat Prabowo sulit mengejar ketertinggalan sekitar 20 persen itu,” pungkas Denny.

Baca Juga: Rusak Lapak Pedagang Buah, 2 Preman di Singosari Diringkus Polisi

Tanggapan Kubu Prabowo

Pendapat Denny JA tersebut mendapat tepisan dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Menurutnya, anggapan tersebut sudah ada dalam diri paslon Prabowo – Sandi meski tidak memiliki akses lebih.

Dalam poin media, Dasco menilai bahwa sebenarnya banyak hal yang berpihak pada Prabowo walau media tersebut dikatakan tidak berpihak pada Prabowo. Ia mencontohkan sidang IMF Bali beberapa waktu lalu saat pose satu jari dilakukan oleh kubu petahana. “Hal-hal seperti itu yang diberitakan tentunya poin buat Pak Prabowo,” tandasnya.

Untuk uang, Dasco mengklaim bahwa kubunya tak perlu mengeluarkan banyak biaya karena rakyat dinilai sudah merindukan perubahan. “Kita tinggal datang untuk memperkuat visi dan misi,” ucapnya.

Baca Juga: Guru Besar UI Sebut Bupati Banyuwangi Sebagai Bupati Instagram

Sedangkan momentum, Dasco menilai bahwa tak ada momen yang lebih tepat ketimbang saat ini. Menurutnya, momentum yang dahsyat datang secara alami dan tidak dibuat-buat.

“Rakyat Indonesia sama-sama merasakan dampak situasi yang ada pada saat ini. Ini momentumnya,” tutupnya dilansir dari Detik.com, Senin (22/10/2018).


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...