Prabowo – Sandi Ubah Visi Misi Setelah Dapat Bocoran Soal Debat, Labil?
Ilustrasi Prabowo Subianto (kanan) dan Sandiaga Uno @DetikX

MALANGTODAY.NET – Jelang debat perdana Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, pasangan calon (paslon) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mengejutkan publik dengan mengubah berkas visi misi. Tak ayal, tindakan tersebut mendapatkan sedikit kecaman dari kubu lawan karena bertepatan setelah diberikan bocoran soal debat Pilpres.

Dilansir dari Detik.com, Jumat (11/1/2019), paslon Prabowo – Sandi menambahkan tagline ‘Indonesia Menang’ di sampul depannya. Tak hanya itu, berkas visi misi yang mulanya hanya 14 halaman tiba-tiba bertambah menjadi 45 halaman. Rincian teknisnya, ada pengurangan kata-kata di bagian visi dan misi.

Baca Juga  Pilpres 2019, Kontestasi Jokowi vs Prabowo atau Pertarungan Para Jenderal?

Mengenai hal itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak, menilai bahwa perubahan tersebut demi membuat visi dan misi Prabowo – Sandi lebih terlihat eye catching dan mudah dipahami oleh masyarakat. Selain itu, tambahan berupa program kerja yang lebih konkret membaut terciptanya keberimbangan antara estetika dan konten.

“Pertama, ada editing dalam tata bahasa supaya mudah dipahami masyarakat. Kedua, ada tambahan-tambahan di aksi dan program supaya lebih detail, supaya masyarakat bisa mendapatkan pesan yang lebih konkret. Ketiga, ya desain supaya lebih eye catching, supaya ada nilai estetikanya. Jadi kita dorong estetika dan konten,” kata Dahnil.

Baca Juga  Jika Jokowi dan Prabowo Adalah Superhero, Apa Jadinya?

Sementara itu, Wakil Ketua tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Johnny G. Plate, menilai apa yang dilakukan oleh kubu Prabowo adalah bagian dari perilaku labil. Perubahan tersebut dipandang sebagai wujud inkonsistensi kubu oposisi dalam memandang Indonesia.

“Apakah baru sadar sekarang ya? Mengubah visi-misi merupakan salah satu wujud inkonsistensi paslonnya. Baik itu inkonsistensi kebijakan, inkonsistensi program, dan inkonsistensi perspektif terkait Indonesia,” kata Johnny.


Penulis: Radea Hafidh
Editor: Radea Hafidh

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.