AMONG TANI – Fasilitas ini sebenarnya bisa menjadi pos potensial untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu. Nominalnya juga relatif tinggi tiap tahunnya, bisa mencapai Rp 420 juta per tahun. Sayangnya, karena Pemkot Batu belum punya fasilitasnya, maka potensi PAD itu hanya bisa dinikmati kota/kabupaten tetangga.

Yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Malang. Fasilitas yang dimaksud
yakni balai uji kir kendaraan umum. Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batu Totok Adi Muntolib menyatakan, saat ini total ada sekitar 14 ribu kendaraan umum yang harus kir tiap tahunnya.

Sedangkan, biaya kir tiap kendaraan Rp 30 ribu. Praktis, ada sekitar Rp 420 juta uang yang bisa dihasilkan dari tempat tersebut. ”Ini bisa menjadi pemasukan daerah. Tapi sampai sekarang (kemarin) masih belum ada fasilitasnya,” kata dia. Menurut dia, selama ini para anggota Organda lebih banyak melakukan uji kir kendaraan ke luar kota.

Yaitu ke Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan. ”Akhirnya, kami
harus menanggung biaya lebih. Karena harus ke luar kota,” ungkap pria asal Kelurahan Sisir ini. Dia menambahkan, sekali uji kir bisa menghabiskan uang Rp 300 ribu. Padahal, jika uji kir tersebut dilakukan di Kota Batu, hanya menghabiskan sekitar Rp 30 ribu ”Kalau di sini kan cuma untuk biaya administrasi, tapi karena ke luar kota, harus keluarkan biaya lain (seperti BBM dan makan),” imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap agar Pemkot Batu segera membuat tempat uji kir tersebut. Karena hal ini bakal lebih memudahkan masyarakat untuk uji kir. ”Biar warga nggak perlu ke luar kota lagi,” imbuhnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menyatakan bila pihaknya sudah mengusulkan dan mengupayakan tempat uji kir tersebut.

Bahkan, beberapa aset milik pemkot juga sudah masuk dalam usulan tersebut. Seperti lahan Pemkot Batu di Desa Junrejo, Kelurahan Sisir, dan Kelurahan Dadaprejo. ”Kami akan mengupayakan tempat uji kir. Ini sangat penting. Mengingat Kota Batu sebagai destinasi wisata. Jadi banyak kendaraan dari luar daerah yang bisa numpang uji nantinya,” janji politikus PDIP ini.

Menurut dia, tempat tersebut nantinya juga bisa menambah PAD Kota Batu. Sehingga, pihaknya juga berharap pada parlemen agar segera membuatkan perda tentang ini.
”Kami berharap, dewan segera menjembatani melalui produk hukum,” terang dia.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Batu Asmadi menyatakan, tahun depan pembangunan tempat uji KIR tersebut sudah masuk kajian. Sehingga, warga tidak perlu jauh-jauh ke luar kota jika ingin uji kir. ”Dewan sudah membahas terkait hal itu,” terang politikus PDIP ini.

Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Imam Nasrodin

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.