Polri Serahkan Pedang ‘Emas’  Raja Salman ke KPK, Kenapa? 
Polri serahkan pedang Raja Salman ke KPK @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melaporkan pemberian cinderamata berupa pedang emas yang diberikan Kerajaan Arab Saudi pada Sabtu (4/3) lalu pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pedang tersebut merupakan pemberian Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Pedang emas dilaporkan ke lembaga anti rasuah sebagai bentuk gratifikasi.

Pedang Raja Salman langsung diterima oleh Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Dikutip dari merdeka, laporan tersebut sebagai bagian memenuhi ketentuan soal gratifikasi yang diterima aparat penegak hukum.

“Saya datang ke sini dengan maksud ingin menyampaikan laporan gratifikasi. Kami menyampaikan laporan gratifikasi dari Kapolri berdasarkan surat perintah sebagai staf pribadi beliau berupa cinderamata yang diterima Pak Kapolri,” kata Dadang di gedung KPK, Selasa (7/3).

Menurut Dadang, pedang yang diterima Polri dari pihak kerajaan Arab Saudi bukanlah pedang emas, melainkan pedang yang terbuat dari perak namun berlapis emas.

“Kita buka, (pedang) panjang 1 meter di dalamnya warna perak, kemudian ini pedang dengan bungkus warna keemasan, jadi perkiraan kami ini bukan pedang dari emas tetapi pedang berwarna keemasan. Perkiraan harga kurang lebih Rp 10 juta,” katanya.

Sementara itu, Laode M Syarif mengatakan butuh waktu 10-15 hari untuk menyelesaikan laporan apakah pedang Raja Salman tersebut disimpan atau diletakan di museum Polri.

“Mengenai keaslian ini emas atau tidak, nanti akan dicek bagian gratifikasi, biasanya butuh waktu 10-15 hari menyelesaikan laporan, setelah itu kami akan laporkan apakah bisa disimpan atau diletakan di museum (museum Polri) nanti akan kami laporkan,” tukasnya.

Berikan tanggapan Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here