Peserta tes jalur mandiri masuk UB

KOTA MALANG – Penangkapan MA, 23, mahasiswa kampus di Surabaya oleh satpam Universitas Brawijaya (UB) bisa menjadi kotak Pandora kepolisian dan kampus untuk mengusut tuntas kasus percaloan. Namun kemarin (16/7) pihak Polres Malang Kota memulangkan MA dan hanya memberi kewajiban wajib lapor. MA dipulangkan karena belum terbukti melakukan percobaan penipuan.

“Tapi kami masih mencoba melakukan penyelidikan, nomor yang terteda di brosur belum aktif, tapi perangkat kami tetap melacaknya,” terang Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

Hal ini disayangkan oleh Ketua Tim Advokasi Hukum UB Prija Djatmika. Menurutnya pelaku sudah bisa dijerat dengan pasal 378 KUHP Juncto 53 KUHP juncto 88 KUHP tentang permufakatan kejahatan untuk melakukan tindak pidana penipuan.

“Dia nggak terbukti kan karena askinya digagalkan satpam. Tapi sudah jelas brosur yang dibawa. Dia (MA) juga mengaku bersama 10 orang dari situ harusnya dengan cepat bisa dilacak siapa saja. Itu bisa jadi pertimbangan pengusutan apalagi jaringan ini skalnya sudah nasional,” beber Prija.

Saat ini Prija terus menunggu informasi lanjutan dari Polres Malang Kota. Ia berharap pelaku dan dalang otaknya cepat-cepat ditangkap. Supaya kejadian ini tidak jadi langganan dari tahun-ketahun. Ya setiap tahun selalu saja ada isu seperti ini, namun belum ada yang dapat membongkar otak pelakunya.

“Kami berharap ini segera diungkap, apalagi katanya mereka ada kerjasama dengan orang dalam UB. Kami ingin tahu dan segera menindaklanjuti siapa orang dalam itu. Pak rektor juga pengen tahu agar praktik ini segera tuntas bersih. Kalau berhenti ya kami kesulitan melacak,” sambung dia.

Namun ia kembali menegaskan bahwa UB tidak membuka jalur belakang tersebut. Untuk membuktikannya, maka dari itu ia ingin pelaku penyebar 4.000 brosur abal-abal itu segera ditangkap.

“Kita kan nggak tahu ada dekan atau dosen yang coba lobby gitu kan. Ya harusnya di sini kesempatannya kami tahu. Nggak kayak tahun lalu ada yang ketipu lapor lah ke UB tapi tidak bisa diproses karena tidak membuat laporan dan malah pindah keluar Jawa anaknya,” bebernya.

Sebagimana diberitakan, MA ditangkap satpam di Gerbang Mayjen Panjaitan UB, Senin (15/7). Remaja asal Lamongan itu tertangkap menyodori amplop berisi brosur atau pamflet. ”Ada jalur belakang Selma UB 2019 sebelum pengumuman, mau? Dijamin LOLOS!! Pembayaran setelah pengumuman 081292071010” begitu bunyinya.

Pihak kampus kemudian menginterogasi MA. Kepada pihak kampus, MA mengaku menjalankan aksinya tidak seorang diri. Timnya tersebar di sudut-sudut pintu masuk kampus. Semuanya bertugas menyebar brosur. Bahkan MA menyebutkan nama pasangan suami istri sebagai ”otak” dari perbuatannya. MA mengaku mendapat upah Rp 300 ribu sekali jalan. Dia pun akhirnya digiring ke Polres Malang Kota untuk dilakukan pemeriksaan.

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Laoh Mahfud

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.