MALANG KOTA – Polisi kesulitan mengidentifikasi pelaku perampokan di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Berbagai upaya sudah dilakukan, misalnya memutar ulang rekaman CCTV dan meminta keterangan saksi, tapi belum bisa menjadi petunjuk untuk meringkus pelaku.

”Kami sudah memeriksa rekaman CCTV yang ada. Baik di kantor dinkes maupun di sekitarnya. Tapi, rekaman itu tak banyak membantu karena rata-rata hanya menyorot jalan dan parkiran saja,”  ujar Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna, kemarin (14/8).

Dia menduga, pelaku berjumlah 3–4 orang. Pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi mata dan residivis. Namun, hal itu juga nihil. ”Ada kaitannya dengan residivis, tapi kemungkinannya nihil. Dugaan kami, pelaku jaringan baru atau kelompok luar Malang Kota,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, ada saksi yang menyatakan pelaku menggunakan mobil pelat merah bernopol L. Namun, nomor tersebut tidak diketahui dengan jelas. ”Kalaupun diketahui, pasti langsung kami lacak di samsat. Tapi ternyata hanya kelihatan merah saja. Jadi, sedikit kesulitan,” tambahnya.

Selain itu, kesulitan dalam mengungkap kasus itu yakni barang bukti berupa sidik jari yang minim dan tidak utuh. Sehingga, pihaknya bergantung pada keterangan saksi berupa fisik pelaku. ”Sidik jari ada. Tapi nggak utuh. Mungkin pelaku pakai sarung tangan,” tuturnya.

Oleh karena itu, dirinya akan mengumpulkan kembali beberapa saksi dan membuat sketsa wajah pelaku. Sketsa itu lantas disebar ke jajarannya. ”Kami juga sudah koordinasi dengan kepolisian setempat. Mojokerto, Pasuruan, dan beberapa kepolisian lain,” tandasnya.

Pewarta : M.Badar Risqullah
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Mahmudan

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.