PMI Kabupaten Malang Siap Kirim Tim Shelter dan Watsan ke Sulteng
Kasi Pelayanan PMI Kabupaten Malang, Amirul Yasin (seragam biru) saat berada di Markas PMI (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang bakal mengirimkan 10 orang relawan untuk menjalankan misi kemanusiaan membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Kasi Pelayanan PMI Kabupaten Malang, Amirul Yasin mengatakan, relawan yang diberangkat itu akan dibagi menjadi dua tim. Lima relawan dalam tim shelter dan sisanya dalam tim watsan (water and sanitation).

“Jadi shelter itu untuk hunian, nanti yang akan kita kerjakan dalam bentuk hunian sementara atau emergency shelter. Kemudian yang lima orang akan kita geser untuk membantu teman-teman wastan. Jadi selain kita menyiapkan rumah tinggal sementara, kita disitu juga menyiapkan kamar mandi, jambannya seperti apa, itu yang akan kita kerjakan disana,” kata Yasin, saat ditemui di Markas PMI Kabupaten Malang, Rabu (17/10/2018).

Baca Juga: Penemuan Peluru Lagi di Gedung DPR! Ditargetkan, Bukan Peluru Nyasar?

Rencananya, relawan tersebut akan berada di Sulteng selama satu bulan. Namun, jangka waktu itu masih melihat situasi dan kondisi, serta anggaran.

“Belum tahu nanti targetnya berapa, ini nanti tergantung budget atau anggaran yang kita miliki. Saat ini, anggaran yang tersedia masih Rp 50 juta. Itu kalau untuk MCK, rumah, masing-masing KK masih butuh sekitar 8 sampai 10 juta. Kita kerjasama dengan PMI Pusat dan PMI Sulawesi Tengah juga,” jelasnya.

Lebih jauh, 10 relawan PMI itu akan berangkat pada minggu depan. Tetapi, keberangkatan itu juga masih menunggu kepastian pesawat tumpangan dari Bandara Abdul Rachman Saleh.

Baca Juga: Siap Rilis, Ini Kabar Terbaru Orang Pertama yang Menginisiasi Proyek Esemka

“Rencana keberangkatan, karena memang kita keterbatasan anggaran sambil menunggu tumpangan dalam hal ini Hercules, kalau mungkin ada. Kalau enggak ya melalui jalur laut saja,” tandas Yasin.

Untuk perlengkapan sendiri, Yasin menyampaikan, ada beberapa peralatan yang dibawa dari Malang. Namun, sebagian besar barang-barang lain yang akan dibeli disana.

“Jadi untuk alat-alat itu juga siap, jadi nanti kita belanja disana seperti pipa, kloset, kita belanjakan disana. Tapi kita peralatan yang dari Kabupaten Malang mungkin hanya alat pertukangan,” pungkasnya.

Baca Juga: Ultah ke-67, Ini Alasan Prabowo Subianto Tak Mau Merayakannya


Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Swara Mardika

Loading...