Cerita Muzani soal Komunikasi Prabowo dan Megawati Sehingga Bamsoet Terpilih Secara Aklamasi

Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama dua wakilnya, Ahmad Muzani (kiri) dan Ahmad Basarah (kanan) dalam sidang paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/10) malam. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA – Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengundang Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanjo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Mensesneg Pratikno, Menlu Retno Marsudi, serta Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (15/10) untuk menggelar rapat.

Agenda rapatnya adalah koordinasi dalam mempersiapkan pelantikan Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden – Wakil Presiden RI 2019-2024.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, rapat koordinasi itu untuk membahas situasi terkini dan skenario pengamanan di Kompleks Parlemen Senayan saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang. “Serta situasi keamanan di seluruh tanah air,” kata Bamsoet -panggilan akrabnya- di Jakarta.

Politikus Golkar itu akan bertanya kepada Hadi Tjahjanto, Tito Karnavian dan Budi Gunawan tentang masalah keamanan dan ketertiban. Bamsoet juga akan menanyakan peran intelijen terhadap berbagai informasi yang berpotensi mengganggu pelantikan presiden.

Selain itu, Bamsoet juga mengundang KPU untuk meminta penjelasan tentang surat keputusan (SK) mengenai Jokowi – Ma’ruf sebagai presiden dan wakil presiden terpilih untuk periode 2019-2024. Pimpinan MPR, kata Bamsoet, juga akan bertanya kepada Menlu Retno LP Marsudi soal para kepala negara sahabat yang akan menghadiri pelantikan Jokowi – Ma’ruf.

“Soal lainnya adalah masalah protokoler,  siapa menyampaikan apa, jam berapa. Lalu selesai acara apakah ada inaugurasi ucapan selamat dari bawah atau langsung dilanjutkan acara di Istana dengan jamuan makan malam bersama para duta besar,” ujar Bamsoet.

Mantan ketua DPR itu mengharapkan seluruh prosesi pelantikan Presiden – Wakil Presiden RI 2019-2024 bisa berlangsung khidmat, tertib, lancar dan tidak crowded. “Kami tidak ingin acara pelantikan yang harusnya kita laksanakan dengan hikmat ini ada hal-hal (gangguan) lain,” harapnya.(boy/jpnn) 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.