Bikin Geram, Postingan Pilot Garuda Indonesia Ini Dianggap Bela Aksi Teroris di Surabaya
ilustrasi pilot garuda indonesia yang memposting soal bom di Surabaya @grid.id

MALANGTODAY.NET – Aksi terorisme di Surabaya dalam 2 hari berturut-turut beberapa waktu lalu masih menyisakan trauma dan duka yang mendalam bagi masyarakat. Bagaimana tidak, jika 3 gereja dan 1 markas kepolisian menjadi sasaran teroris. Yang lebih memprihatinkan, aksi teroris tersebut dilakukan oleh 2 keluarga dengan melibatkan wanita dan anak-anak mereka.

Namun, di tengah-tengah kabar duka tersebut, masih ada saja netizen yang mengatakan bahwa insiden tersebut hanyalah settingan semata. Seperti salah seorang Kepala Sekolah SMP di Kalimantan Barat yang akhirnya ditangkap setelah status facebooknya viral. Belum usai masalah tersebut, kini muncul status viral seorang pilot Garuda Indonesia.

Baca Juga: Polres Malang Enggan Kecolongan, Pengamanan Gereja Diperketat

Melansir dari akun twitter @kurawa, seorang pilot berinisial OGT membagikan status yang berisi bahwa aksi bom bunuh diri di Surabaya beberapa waktu lalu adalah settingan belaka.

postingan kurawa ditwitter

OGT diketahui membagikan status seorang netizen berinisial S yang menulis di akun facebooknya tentang rencana di balik tragedi bom itu. Status itu menyebutkan bahwa pelaku bom bunuh diri tidak pernah ke Suriah. Status tersebut juga menyebutkan bahwa pelaku dijebak menghantarkan paket dan ada orang yang memencet tombol remote control.

Baca Juga: Buka Turnamen Karambol, SAE Ajak Junjung Tinggi Sportivitas

postingan status pilot garuda yang dianggap membela aksi teroris di Surabaya @grid.id

Akibat status tersebut, banyak netizen Twitter yang marah dan geram. Mereka menganggap sang pilot justru mendukung aksi terorisme dan sangat membahayakan apabila ia terus dipekerjakan oleh pihak Maskapai Garuda Indonesia.

netizen yang geram oleh postingan pilot garuda indonesia @grid.id

Akibat dari status tersebut, melansir dari laman grid.id, Sabtu (19/05) OGT akhirnya dinonaktifkan oleh Garuda Indonesia pada Jumat (18/05). Selain itu, Garuda Indonesia akan segera menginvestigasi dan menelisik apa motif OGT.

Baca Juga: Ikuti Jejak Kakaknya, Putra Jokowi Kaesang Buka Bisnis Kuliner di Kota Malang

Selain menonaktifkan sang pilot, pihak Garuda yang diwakili oleh Presiden Corporate Secretary, Hengky Heriandono juga meminta maaf kepada publik. Ia memastikan bahwa pihaknya akan mengedepankan etika serta memantau perilaku pegawainya, terutama soal isu SARA di media sosial.


Penulis       : Dian Tri Lestari
Editor        : Dian Tri Lestari

Loading...