Inayah Wulandari @ Kompas
Inayah Wulandari @ Kompas

MALANGTODAY.NET Polemik terkait agama kian marak terjadi di Indonesia jelang pemilu legislatif dan presiden tahun 2018. Terkait hal tersebut, Putri presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid, menyampaikan suatu pesan kepada masyarakat Indonesia.

Inayah mengingin kan agar masyarakat bisa lebih menyikapi lagi antara politik dan agama. Apalagi jika harus sampai terbawa perasaan.

“Buat semuanya saja, yang pertama saya mau bilang, kita ini mau pemilu milih presiden, pilih wakil rakyat, pilih DPD. Bukan lagi milih Nabi, bukan lagi milih imam, bukan lagi milih Tuhan. Jadi nggak usah ‘baper‘ bawa agama dalam politik. Jadi politik, politik saja, kita ngomongin negara, kok,” ujar Inayah dilansir Detiknews , Sabtu (29/12/2018).

Tidak hanya masyarakat, Inayah juga menilai bahwa para calon kelapa daerah apalagi presiden nantinya lebih mengutamakan program. Karena bicara soal pemilu kaitannya dengan politik, bukan agama.

“Ya iyalah (bicara program), orang ini bukan urusan agama. Ini kan politik. Ketika kita ngomongin politik, kita ngomongin kebangsaan, kenegaraan. Kita ngomongin fungsi-fungsi negara,” ujarnya.

“Jadi kita ini lagi milih perangkat negara, jadi nggak usah bawa-bawa agama, karena nggak ada hubungannya,” lanjut Inayah.

Banyak warganet di media sosial yang ia soroti berdebat hanya karena berbeda calon pemimpin. Padahal wanita yang akrab disapa Naya tersebut menilai hal itu tidak perlu.

“Jadi suruh calonnya untuk membuktikan bahwa dia oke untuk dipilih. Jangan kita suruh buktikan kepada mereka, tiap hari kita berantem, untuk yang selama ini pakai agama, pakai isu identitas, bertanggung jawab,” tegasnya.

Justru, lanjutnya, tugas calon pemimpin ialah memaparkan secara jelas program ke masyarakat agar layak dipilih, bukan malah memecah belah.

“Ya jangan pakai yang gitu lagi, karena dampaknya bisa buruk, masyarakat bisa terpisah-pisah, bisa terkotak-kotakkan. Nggak pantas banget kita menghadapi efek kayak begitu, hanya untuk pertarungan lima tahun sekali,” pungkasnya.


Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.