Pidato Boyolali, Kubu Prabowo Sebut Ada Politisasi dari Kubu Jokowi
Prabowo Subianto @ Riaurealita

MALANGTODAY.NET – Belakangan sedang viral terkait pidato calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto saat sedang bersafari ke Boyolali, Jawa Tengah, beberapa hari yang lalu. Dalam pidato tersebut, Prabowo Subianto dinilai merendahkan masyarakat Boyolali.

Saat sedang berpidato dan menyampaikan orasinya, Prabowo sempat menyebut bahwa wajah warga Boyolali mungkin akan diusir dari hotel mewah di Jakarta karena bukan tampang-tampang orang kaya.

Baca Juga: Sejarah DPR Republik Indonesia, Ketua dan Wakilnya Tersangka Korupsi Semua! Mewakili Siapa?

“Hotel-hotel mewah sebut saja hotel di dunia yang paling mahal ada di Jakarta, ada Ritz Charlton, ada Waldorf Astoria. Namanya saja kalian enggak bisa sebut, dan macam-macam itu semua saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul (betul jawab peserta), dan kalau masuk, mungkin kalian diusir, mungkin tampang-tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang-tampang kalian tampang Boyolali ini,” penggalan ujaran Prabowo dalam pidatonya di Boyolali.

Komentar tersebut kemudian mendapatkan banyak kritikan dari publik. Tak sedikit yang menilai bahwa apa yang dikatakan oleh Ketua Umum Partai Gerindra itu telah menyakiti hati masyarakat Boyolali.

Baca Juga: Salah Bos! Bonceng Artis, Driver Ojol Ini Malah Sebut Nama Bintang ‘Panas’ Jepang

Atas peristiwa yang terjadi, kubu Prabowo Subianto melalui Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Dahnil Anzar menyebutkan bahwa ada politisasi dari kubu petarung Pilpres 2019 lainnya, Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

Menurut Dahnil, apa yang dikatakan Prabowo bukan merupakan suatu penghinaan karena hal tersebut diucapkan di depan pendukung Prabowo sendiri. Adapun konteks yang dimaksudkan Prabowo saat mengucapkan hal itu menurut Dahnil adalah seputar kesenjangan sosial.

Baca Juga: Artis Asal Lumajang, Pretty Asmara Meninggal Dunia Pagi Ini

“Pak Prabowo bicara konteks dan ketidakadilan ekonomi pada saat itu. Dan sambil bercanda dengan para pendukung beliau menyebut istilah wajah Boyolali dalam bahasa saling akrab. Pernyataan bercanda dalam pidato yang akrab tersebut agaknya dipolitisasi oleh kubu petahana (kubu Jokowi),” bela Dahnil seperti dilansir dari Kumparan.com, Sabtu (3/11/2018).

Pembalaan juga disampaikan oleh partai pengusung Prabowo, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Melalui Sekretaris Bidang Polhukam DPP PKS Suhud Aliyudin, PKS menganggap apa yang dikatan oleh Prabowo Subianto bukanlah suatu penghinaan.

“Harus dilihat secara utuh videonya dari awal hingga akhir. Apakah tampak Pak Prabowo betul melakukan apa yang dituduhkan itu?” kata Suhud seperti dilansir dari Republika.co.id, Minggu (4/11/2018).


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika

Loading...