Gak Nyangka, Ternyata Ini 5 Alasan Kenapa Jari Harus Berwarna Ungu Setelah Pemilu!
ilustrasi celup tinta setelah pemilu (istimewa)

MALANGTODAY.NET – Pesta demokrasi akbar warga Indonesia ternyata tak dibarengi dengan aksi damai. Di Blitar, tepatnya di TPS 16 Jalan Mayang Tengah, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar sempat terjadi aksi kericuhan.

Kericuhan tersebut terjadi pagi tadi, Rabu (17/4/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kericuhan ini dipicu akibat pemilih berinisial YA enggan menyelupkan jarinya ke tinta.

Sebelumnya, petugas KPPS bernama Luki Setia (40) meminta kepada YA yang telah menyalurkan hak suaranya untuk menyelupkan jari ke tinta pemilu. Namun, YA bersikukuh enggak melakukannya.

Keduanya kemudian terlibat cekcok. Pada akhirnya, YA mau untuk mencelupkan jarinya ke tinta. Setelah itu, YA langsung meninggalkan lokasi. Namun tak berselang lama, ia kembali ke TPS dengan membawa senjata tajam.

“Akhir pencoblosan itu kan celup tinta. Tapi pelaku gak mau. Mereka lalu cekcok, tapi pelaku mau celup tinta di jarinya. Tapi, setelah itu pelaku pulang terus kembali lagi bawa senjata tajam,” ujar Kasi Pemerintahan, Keamanan, Trantibum Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar Iwan Purwanto dilansir dari Detik.com, Rabu (17/4/2019).

Saat kembali ke TPS, YA langsung menyerang petugas celup tinta dan melibaskan senjata tajamnya. Alhasil, Luki mengalami luka di bagian dagu. Sementara itu, YA kabur setelah melakukan aksinya. Hingga saat ini, polisi masih mengejar pelaku untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Benar. Ini masih dalam proses penyelidikan,” ungkap Kapolsek Sukorejo Kompol Agus Fauzi.

Atas kejadian ini, proses pemilihan di TPS 16 tersebut sempat terhambat. Meski demikian, hal tersebut tidak berlangsung lama karena segera ditangani petugas lainnya. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.