Peristiwa Rengasdengklok@MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET– Menuju kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terdapat banyak sekali peristiwa bersejarah yang mengirinya. Tepat satu hari sebelum kemerdekaan Indonesia, 16 Agustus 1945, terdapat peristiwa rengasdengklok.

Peristiwa rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan “Menteng 31” terhadap Soekarno dan Hatta. Para pemuda ini menculik Seokarno dan Hatta dan membawa keduanya ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada 16 Agustus pukul 03.00 WIB.

Runtutan Peristiwa

Peristiwa ini bermula pada tanggal 12 Agustus 1945 dimana Jepang berjanji akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Kemudian pada 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada pasukan sekutu. Menyerahnya jepang dalam Perang Dunia II menyebabkan negara-negara yang berada di bawah tekanan jepang, salah satunya Indonesia, mengalami kekosongan kekuasaan. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh Indonesia untuk lepas dari belenggu Jepang dan memerdekakan Indonesia. Peristiwa Rengasdengklok ini juga merupakan rentetan peristiwa yang akhirnya mendorong Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.

Pemilihan Tempat Penyembunyian Soekarno-Hatta

Rengasdengklok, Karawang dipilih oleh para golongan muda karena tempat tersebut hanya berjarak 80 km dari Jakarta dan dianggap aman karena dekat dengan markas Pembela Tanah Air (PETA).

Rumah dimana Seokarno dan Hatta disembunyikan adalah rumah dari seorang petani yang bernama Djiaw Kie Siong. Rumah ini berada di pinggiran Sungai Citarum.

Peristiwa di Rengasdengklok

Di rumah tersebut para pemuda mendesak Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikan Indonesia. Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian. Soekarno dan Hatta serta tokoh-tokoh menginginkan agar proklamasi dilakukan melalui PPKI, sementara golongan pemuda menginginkan agar proklamasi dilakukan secepatnya tanpa melalui PPKI yang dianggap sebagai badan buatan Jepang. Para pemuda khawatir apabila kemerdekaan yang sebenarnya merupakan hasil dari perjuangan bangsa Indonesia, menjadi seolah-olah merupakan pemberian dari Jepang.

Teks Proklamasi disusun di Rengasdengklok. Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang di Rengasdengklok pada Kamis tanggal 16 Agustus, sebagai persiapan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Keesokan harinya, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 pernyataan proklamasi dikumandangkan oleh Seokarno di rumahnya di jalan Pegangsaan Timur No.56.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.