MALANGTODAY.NET – Aksi unjuk rasa mahasiswa dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda di depan kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sulawesi Selatan,  Jumat (28/10) berakhir ricuh. Sebanyak enam sepeda motor milik polisi dibakar.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Pol Anton Charliyan menyayangkan aksi anarkistis oknum mahasiswa hingga membakar enam motor polisi yang melakukan pengamanan.

Kapolda bersama Wakapolda Sulawesi Selatan, Brigjen Pol Gatot Eddy Pramono dan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono mendatangi Kampus Unismuh Makassar di Jalan Sultan Alauddin setelah aksi unjuk rasa anarkis tersebut.

Irjen Pol Anton Charliyan mengaku sedih dengan tindakan berlebihan para mahasiswa yang melakukan perusakan dan pembakaran aset negara seperti motor anggota Polrestabes. Menurut dia, perusakan dan pembakaran terhadap aset dan fasilitas negara adalah murni tindak pidana yang harus diselesaikan secara hukum.

“Sangat sayang sekali kalau adek-adek mahasiswa melakukan perusakan terhadap aset negara ini. Ini tindakan pidana dan akan diusut sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Sebelumnya, aksi demonstrasi di depan Kampus Unismuh itu berjalan kondusif. Namun, mahasiswa kemudian memblokir jalan trans Sulsel. Polisi yang berada di lokasi kejadian berusaha melakukan negosiasi kepada mahasiswa agar tidak menutup jalan dan membiarkan mobil truk tersebut jalan.

Dilansir dari okezone, situasi berubah ketika mahasiswa melakukan pelemparan yang kemudian dibalas oleh anggota polisi dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan mahasiswa agar masuk ke dalam kampus.

Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Rusdi Hartono yang tiba di lokasi kejadian langsung menenangkan anak buahnya dan menariknya semua demi menghindari bentrokan yang bisa berimbas kepada masyarakat sebagai pengguna jalan. (okz/ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda