KABUPATEN – Usai menjadi tuan rumah kompetisi paralayang di tingkat internasional, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyiapkan gelaran Malang Night Surfing. Rencananya, kompetisi berselancar itu dilaksanakan di Pantai Wedi Awu, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, 2 November 2019.

Peserta yang mengikuti kompetisi bergengsi ini harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Sebab, boleh jadi baru kali ini olahraga selancar air akan dilaksanakan pada malam hari.

Pengelola Surf Camp Wedi Awu, Adilan Joni Sahab, mengatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi guna menyambut Malang Night Surfing. ”Sekarang sedang kami tata persiapan untuk pencahayaan. Karena nanti kompetisinya digelar malam hari,” papar Joni saat ditemui di Pantai Wedi Awu kemarin.

Joni menuturkan, diperlukan kesiapan yang matang guna menggelar Malang Night Surfing. Karena dilakukan dalam kondisi gelap, maka risiko bagi para surfer pun lebih besar jika dibandingkan dengan berselancar di siang hari.

”Selain gelap, risiko binatang seperti ular dan ikan juga harus diperhatikan. Kalau ada cahaya biasanya mereka mendekat,” beber pemuda berusia 26 tahun tersebut.

Untuk diketahui, Pantai Wedi Awu merupakan satu-satunya spot pantai di Pulau Jawa yang memenuhi syarat untuk digunakan surfing pada malam hari. Berbeda dengan Pantai Nganteb yang terkenal dengan ombak menantang bagi para surfer, Wedi Awu boleh dibilang adalah surganya para peselancar karena jenis ombaknya yang relatif bersahabat dengan ketinggian 1–2,5 meter.

Beberapa atlet surfing profesional kelas dunia pun telah menjajal ombak di Pantai Wedi Awu. ”Yang sering dari Jepang, Spanyol, Australia, dan Bali,” kata Joni.

Beberapa atlet surfing profesional pun akan turun dalam kompetisi di tingkat nasional ini. Di antaranya, berasal dari Bali, Pacitan, dan Banyuwangi.

Sementara untuk penilaian, kompetisi Malang Night Surfing yang digelar dalam rangkaian Malang Beach Festival 3 tersebut rencananya akan dihadiri oleh juri dari Negeri Sakura, Jepang, dan juri lokal dari Mabuk Balap Crew.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara menyatakan, Malang Night Surfing merupakan salah satu upaya promosi untuk mengangkat potensi wisata olahraga minat khusus di kabupaten. Dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Malang yang ke-1.259, akan ada dua kompetisi bergengsi digelar di sepanjang Pesisir Malang Selatan.

”Pertama adalah kompetisi paralayang tingkat internasional di Pantai Modangan, Kecamatan Donomulyo, dan Malang Night Surfing di sini (Tirtoyudo),” kata Made.

Dengan digelarnya kompetisi olahraga minat khusus tersebut, Made berharap kunjungan wisatawan, terutama oleh wisatawan mancanegara akan terdongkrak. ”Kami ingin mengenalkan kepada para wisatawan asing bahwa Kabupaten Malang tidak hanya punya Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS), tapi ada juga wisata lainnya yang tidak kalah menarik dan layak dijadikan pilihan destinasi,” tukas Made.

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mahmudan

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.