MALANG KOTA – Kasus perampokan di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Kamis lalu (8/8) masih menyisakan tanya. Tindak kejahatan itu ditengarai dilakukan oleh komplotan yang sudah profesional. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan ada tidaknya keterlibatan orang dalam pada aksi perampokan tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna menduga para pelaku hanya mengincar uang yang tersimpan di brankas yang gagal dibuka.

Lantaran, sejumlah barang berharga serta alat elektronik seperti laptop dan handphone yang ada di kantor tidak diambil kawanan perampok. ”Dugaan sementara pelaku hanya ngincar uang yang tersimpan di sana (brankas Dinkes Kota Malang),” ujarnya kemarin (9/8).

Komang menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi, penyidik juga mengecek data-data pelaku dan residivis yang ada kaitan dengan tindak pidana pembobolan.

”Sampai saat ini masih kami lakukan penyelidikan untuk para pelaku. Apalagi, pembobolan ini yang ditarget kantor dinas kesehatan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Komang menampik jumlah pelaku sampai 8 orang. Dari keterangan beberapa saksi yang diperiksa, dugaan sementara pelaku yang terlibat aksi perampokan antara 3–4 orang.

Dan pelaku sempat menodongkan senjata api serta mengikat satpam dinkes dan mengancam untuk membunuhnya. ”Baru setelah itu, para pelaku leluasa masuk ke beberapa ruangan. Dengan paksa, mereka merusak jendela, pintu, dan segala macamnya,” terangnya.

Sementara, untuk penemuan sidik jari, pihaknya belum menemukan bukti tersebut di beberapa lokasi yang mengalami kerusakan.

”Dari hasil pemeriksaan, sampai kini belum ditemukan sidik jari. Tapi, tetap kami dalami lagi beberapa objek lain. Apa masih ada sidik jari yang nantinya bisa kita ambil sebagai sampel,” kata dia.

Ketika ditanya kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam, termasuk penggunaan mobil berpelat merah oleh kawanan perampok, Komang belum bisa memastikan.

Karena masih mendalami kasus tersebut. ”Apakah mobil itu memang digunakan hanya untuk kamuflase atau memang benar-benar kendaraan berpelat merah. Itu kami masih mendalami,” terangnya.

Oleh karena itulah, langkah lebih lanjut, kepolisian akan memeriksa beberapa saksi yang sebelumnya sudah mengetahui kejadian itu. Baik itu para petugas ataupun ASN di Dinkes Kota Malang.

”Pemeriksaan akan kami kembangkan. Mereka yang ada pada saat malam itu. Termasuk nanti juga para petugas ataupun personel yang ada di kantor Dinkes Kota Malang,” ujarnya.

Seperti diketahui, kawanan perampok menyatroni kantor dinkes Kota Malang Kamis (8/9) dini hari lalu. Setelah menyekap satpam, perampok juga menyandera empat orang yang tidur di kantin kantor.

Setelah itu, pelaku mengobok-obok sejumlah ruangan untuk mencari barang berharga. Namun, kawanan perampok gagal membuka brankas berisi uang dan dokumen di ruangan bendahara kantor Dinkes Kota Malang. Mereka hanya berhasil membawa kabur uang Rp 3,5 juta, CCTV, dan ponsel milik satpam saja.

Pewarta : M.Badar Risqullah
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.