SINGOSARI – Sejak Agustus–September ini, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Candi Singosari mengalami peningkatan cukup drastis. Juru pelihara Candi Singosari Sukisno menuturkan bila dalam sehari, rata-rata ada 10–15 wisman yang berkunjung ke candi di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, tersebut.

”Kalau bulan-bulan seperti Agustus dan September seperti sekarang ini memang biasanya banyak turis asing yang datang. Dari tahun ke tahun biasanya memang begitu,” kata Sukis– sapaan akrabnya.

Para wisman itu datang dari berbagai belahan dunia. Mulai dari Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Ada pula wisman dari Jepang dan Tiongkok.

”Tapi, kebanyakan dari Eropa, terutama Jerman dan Perancis,” sambung pria berusia 39 tahun itu. Beberapa di antaranya juga ada yang berasal dari India dan Australia. Kebanyakan dari mereka datang dengan didampingi tour guide dari agen perjalanan yang sudah disewanya.

Sukis menuturkan bahwa selama ini para juru pelihara kurang bisa berkonsentrasi mendampingi para pengunjung. ”Karena di sini tenaganya terbatas,” ujarnya.

Untuk merawat Candi Singosari, Sukis menuturkan bahwa dirinya dibantu empat rekannya. Satu di antaranya sudah berstatus sebagai PNS. Sementara 4 lainnya, termasuk Sukis, masih berstatus sebagai tenaga honorer.

Keterbatasan tenaga tersebut, masih kata Sukis, tidak hanya terjadi di Candi Singosari. Tapi, juga di beberapa candi yang tersebar di wilayah Malang Raya. ”Misalnya seperti Arca Dwarapala, itu yang ada penjaganya hanya satu. Padahal, lokasinya ada di dua tempat. Jadi, pemeliharaannya tidak maksimal,” bebernya.

Khusus untuk Candi Singosari, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Dr Made Arya Wedhantara menuturkan, tempat tersebut akan menjadi bagian penting dari aset Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari.

”Karena konsep KEK yang diusung nanti adalah pariwisata, maka otomatis Candi Singosari ini akan menjadi salah satu ikon, baik dari segi budaya maupun sejarah,” katanya. Dia pun optimistis, dengan adanya KEK Singosari, maka aset peninggalan bersejarah dari Kerajaan Singhasari akan semakin terjaga dan lestari.

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting :Bayu Mulya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.