Penyelundupan Komodo Terbongkar, Satu Ekor Diberi Harga Fantastis!
Komodo @Time Travel Turtle

MALANGTODAY.NET – Sebagai salah satu satwa langka, komodo memiliki harga yang cukup mahal di pasar gelap. Hewan asli Indonesia itu menjadi salah satu dagangan paling laris di pasar internasional. Terkini, upaya penyelundupan hewan endemik itu ke luar negeri berhasil digagalkan oleh Polda Jawa Timur.

Dilansir dari Kompas, Rabu (27/3/2019), Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Akhmad Yusep Gunawan, menyebutkan pihaknya berhasil mengamankan 41 ekor komodo yang akan diselundupkan ke luar negeri. Hewan-hewan itu rencananya akan dikirimkan melalui Singapura dengan harga per ekornya Rp500 juta.

“Yang jelas dikirim di tiga negara di wilayah Asia Tenggara melalui Singapura. Perdagangan komodo ini lingkupnya internasional, satu ekor komodo bisa dijual dengan harga Rp500 juta,” kata Kombes Akhmad Yusep.

Polda Jatim berhasil mengamankan lima tersangka yang terlibat perdagangan satwa yang dilindungi ini. Tersangka antara lain MRS (24), R (32) dan A (32) yang merupakan warga Surabaya. Sementara tersangka VS (32) adalah warga Nusa Tenggara Timur (NTT) dan AW (35), warga Ambarawa, Jawa Tengah.

Alur Penyelundupan

Kelima tersangka memburu komodo lalu diperdagangkan. Mereka membunuh induk komodo dan mengambil telur atau anaknya. Hewan-hewan ini diambil dari Pulau Flores, NTT, dan telah melalui beberapa tangan. Tangan pertama memberi harga Rp6 juta – Rp8 juta, sedangkan tangan kedua eharga Rp15 juta – Rp20 juta.

Alur perdagangan mereka adalah mengirimkan hewan-hewan tersebut menggunakan truk dari Flores ke Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Kiriman itu disimpan di rumah tersangka untuk kemudian dipasarkan lebih dulu melalui Facebook hingga mencapai transaksi.

Setelah transaksi, komodo dititipkan ke sopir travel menuju Jakarta yang kemudian diangkut melalui bus menuju Medan atau Pekanbaru. Kiriman itu akan dipindahkan ke kandang kecil dan dikirim menuju Batam.

Setelah beberapa hari diinapkan dan dirawat di Batam, kurir membawanya ke Malaysia menggunakan kapal ferry. Selanjutnya, kurir di Malaysia akan mengantarkannya ke perbatasan Thailand. Setelah itu, kurir di Thailand menerimanya dan dibawa menuju pasar hewan. Sejauh ini, baru diketahui dua komodo dibeli oleh Mr Chien dan Mr Wangsel asal Vietnam.

Selain komodo, sindikat ini juga menjual beberapa satwa liar. Di antaranya adalah binturung, kakatua jambul kuning, kakatua Maluku, burung nuri bayan, burung perkicing, trenggiling, dan berang-berang. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.