Penjelasan Jenderal Andika Saat Menghukum Prajurit TNI Karena Ulah Istri - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat atau KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa menyadari terdapat kritik dari pihak tertentu setelah enam prajurit TNI AD dihukum disiplin militer karena aktivitas istri mereka di media sosial.

Adapun, keenam prajurit dihukum karena istri mereka menyebar informasi bernuansa provokatif terkait penusukan yang dialami Menko Polhukam Wiranto.

Menurut Andika, seorang istri prajurit TNI AD tidak mungkin terlepas dari status yang disandang suami. Sebab, istri prajurit TNI tergabung di dalam organisasi bernama Persatuan Istri TNI AD atau Persit Kartika Chandra Kirana.

Dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Persit TNI AD, kata Andika, tercantum klausul yang mengikat istri prajurit dengan suaminya.

“Dalam anggaran dasar Persatuan Istri Prajurit AD ini sudah dinyatakan bahwa istri prajurit TNI AD mutlak tidak dapat dipisahkan dari Angkatan Darat, baik dalam pelaksanaan tugas, organisasi, maupun dalam kehidupan pribadi,” ucap Andika ditemui di Mabesad, Jakarta Pusat, Selasa (15/10).

Andika menegaskan, AD/ART dalam Persit TNI AD diketahui secara luas oleh seluruh istri prajurit. Termasuk, istri prajurit TNI diminta menjaga sikap karena berpengaruh terhadap tugas sang suami.

“Sejak mereka menikah, menjadi bagian dari kehidupan suaminya di TNI AD. Mereka sudah diikat bahwa mereka itu harus menjaga diri, baik dalam dinas maupun pribadi,” ungkap dia.

Sebagai informasi, TNI AD menghukum tujuh prajuritnya setelah kejadian penusukan terhadap Wiranto. Enam dari tujuh prajurit TNI AD mendapatkan hukuman karena istri mereka menyebar informasi bernuansa provokasi terkait peristiwa penusukan Wiranto.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.