MALANG KOTA – Relatif cepatnya perkembangan dunia buku digital mungkin akan kesulitan ”membunuh” buku konvensional. Sebab, semua mempunyai segmen dan pengagum masing-masing.

Salah satu buktinya adalah relatif meningkatnya jumlah pengunjung Perpustakaan Kota Malang. Bahkan, tahun ini juga bakal mendatangkan lebih dari 2.000 buku konvensional untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.

Plt Sekretaris Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (DPUAD) Kota Malang Sri Umiasih menyampaikan, jumlah peningkatan pengunjung perpustakaannya mencapai sekitar 10 persen tiap tahun.

Bahkan, rata-rata jumlah pengunjung tiap hari mencapai 600–700 orang. ”Kalau momen akhir pekan bisa sampai seribu pengunjung,” kata Sri Umiasih di kantornya kemarin.

Menurut dia, jumlah pengunjung Perpustakaan Kota Malang memang tertinggi jika dibandingkan dengan daerah lain di Jatim.

Sebab, jumlah lembaga pendidikan di Kota Malang relatif banyak. Perlu diketahui, jumlah perguruan tinggi swasta di Kota Malang ada sekitar 57 lembaga dan 4 perguruan tinggi negeri.

”Kalau di Jatim, jumlah pengunjung kami tertinggi,” terang perempuan yang juga menjadi kabid Reservasi dan Pengolahan Bahan Pustaka ini.

Dia menambahkan, buku tersebut masih proses pendataan untuk pelaporan di sistem. Namun, diperkirakan pada September mendatang buku ini sudah bisa dinikmati pengunjung.

Perlu diketahui, jumlah anggaran untuk pengadaan buku ini sekitar Rp 150 juta. ”Judulnya ada seribu, tapi kalau (jumlah) eksemplarnya sampai dua ribu buku,” ungkapnya.

Lebih lanjut, jumlah koleksi di perpustakaannya mencapai 179 ribu judul buku. Sedangkan jumlah eksemplar bukunya mencapai 111.122 buku. ”Kalau buku yang berisi konten khas Kota Malang hanya sekitar 200-an,” terang dia.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Imam Nasrodin

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.