Pengeboman Cand Borobudur (@MalangTODAY)
Pengeboman Cand Borobudur (@MalangTODAY)

MALANGTODAY.NET – Teror bom ternyata sudah terjadi sejak lama. Menurut fakta yang beredar, bom bahkan sudah ada sejak era pemerintahan presiden RI kedua, Soeharto.

Total sedikitnya ada tujuh teror bom yang terjadi pada masa itu. Satu diantaranya yaitu pengeboman salah satu peninggalan purbakala, Candi Borobudur pada tahun 1985. Berikut adalah ringkasan teror bom yang terjadi selama kepemimpinan presiden Soeharto dilansir dari Antara.

Baca Juga  Punya Hari Lahir Sama, Akankah Perceraian Jadi 'Kado' Raffi dan Nagita Tahun Ini?

Tahun 1970-an

11 November 1976

Pada tanggal ini terjadi pengeboman di salah satu rumah ibadah yaitu Masjid Nurul Iman di Padang, Sumatera Barat. Diduga, bom telah diatur sedemikian rupa untuk meledak keesokan harinya saat pelaksanaan ibadah salat Jumat. Namun sayang, bom meledak lebih cepat dan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.

14 April 1978

Selang dua tahun berikutnya, pengeboman tempat ibadah kembali terjadi. Kini tempat ibadah yang menjadi sasaran peledakan yaitu Masjid Istiqlal. Akibatnya, mihrab masjid pun hancur.

Tahun 1980-an

4 Oktober 1984

Akhir tahun 1984, bom berhasil diledakkan di Bank BCA Pecenongan, Jakarta Pusat. Menurut pengakuan pelaku, aksi ini didasari oleh kekecewaan terhadap Peristiwa Tanjung Priok.

21 Januari 1985

Pada 21 Januari 1985, dilansir dari infografik Tirto.id, total sembilan bom meluluhlantahkan beberapa bagian salah satu keajaiban dunia di Indonesia, Candi Borobudur. Kerusakan yang dialami candi peninggalan Dinasti Syailendra ini antara lain pada sembilan stupa dan dua patung Buddha.

Pada waktu itu, ledakan bom terjadi dua kali pada dini hari yaitu pukul 01.30 WIB dan 03.30 WIB. Kemudian pada Maret 1985, polisi akhirnya berhasil menangkap dua pelaku yaitu Abdul Kadir bin Ali al-Habsyi dengan masa tahanan 20 tahun dan Husein bin Ali al-Habsyi dengan hukuman penjara seumur hidup.

Selain keduanya, masih ada otak pengeboman yang masih belum berhasil ditangkap polisi, ialah Muhammad Jawad.

6 Maret 1985

Tak puas dengan teror bom di Borobudur, kali ini bom pun menghancurkan salah satu bus malam yaitu Pemudi Express. Bus ini diledakkan di Banyuwangi, Jawa Timur. Aksi ini diduga masih merupakan buntut dari Peristiwa Tanjung Priok.

Baca Juga  23 Tahun Sejak Tayang Perdana, Sederet Video Spontan Ini Masih 'Uhuy' !

1986

Kasus pengeboman yang tejadi pada tahun ini sedikit berbeda dengan yang umumnya terjadi di Indonesia. Pasalnya, pelaku bom kali ini adalah orang asing. Mereka menyebutnya sebagai Brigade Anti Imperialisme dari Jepang.

Sasaran bom ini yaitu Wisma Metropolitan dan Hotel Presiden atau kini yang bernama Hotel Nikko. Kala itu, Indonesia masih mengandalkan hutang dari Intergovermental Group on Indonesia (IGGI) dengan Jepang adalah penyumbang utama. (AL)

 

 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.