Konferensi pers tujuh pelaku penganiayaan Audrey di Mapolresta Pontianak @Tribunnews
Konferensi pers tujuh pelaku penganiayaan Audrey di Mapolresta Pontianak @Tribunnews

MALANGTODAY.NET – Polisi akhirnya menggelar konferensi pers terkait kasus penganiayaan Audrey. Dalam  konferensi pers yang digelar pada Rabu (10/4/2019) di Mapolresta Pontianak, polisi menghadirkan tujuh pelaku pengeroyokan Audrey.

Mereka kemudian diminta untuk memberikan keterangan mengenai kasus viral tersebut versi mereka. Di situ, mereka mengakui kesalahan mereka dan menyatakan penyesalannya.

“Saya meminta maaf atas perlakuan saya terhadap Audrey, saya menyesali kelakuan saya ini,” ujar salah satu tersangka seperti dalam video konferensi pers yang tersebar.

Berdasarkan pengakuan mereka, kabar pengeroyokan yang diberitakan media adalah tidak benar. “Memang benar kami melakukan perkelahian, namun tidak ada pengeroyokan, apalagi sampai 12 orang mengeroyok satu. Juga tidak mencolok ke organ vital,” terangnya

Selanjutnya, mereka juga menyatakan bahwa mereka adalah korban. Mereka menjadi korban bully di media sosial. Sebagaimana diketahui, saat #JusticeForAudrey menjadi trending topic pertama di Indonesia, warganet banyak yang menyudutkan pelaku.

“Kami juga menjadi korban,” ungkapnya.

Akun media sosial pelaku dan nomor WhatsApp beberapa pelaku juga tersebar. Hal inilah yang kemudian menjadi sasaran luapan amarah warganet ke mereka. Beberapa kali mereka menerima ancaman dan teror.

Dilansir dari JawaPos.com (11/4/2019), mereka bahkan mendapat ancaman pembunuhan. Bahkan, ada yang mengancam ingin menyekap, menusuk kemaluan mereka.

Teror inilah yang kemudian membuat pihak keluarga pelaku menginginkan adanya perlindungan dan pendampingan dari Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat.

“Kami didatangi pihak keluarga pelaku sejak tadi pagi, mereka datang karena ingin mengungkapkan si pelaku ini sekarang sedang dalam tekanan luar biasa,” ucap Ketua KPPAD Kalbar Eka Nurhayati dikutip dari Detik.com (11/4/2019).

Pihak KPPAD menyatakan bahwa akan mendampingi pelaku sebagaimana mestinya. Eka mengatakan pendampingan ini akan tetap dilakukan untuk pelaku karena masih di bawah umur. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.