Penembakan di Lubuklinggau, Kapolri: Kemampuan Diskresinya Tak Memadai
Ilustrasi tembak (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Insiden penembakan mobil berisi satu keluarga oleh oknum polisi di Lubuklinggau disebut oleh Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian karena tidak adanya kemampuan diskresi yang dimiliki oleh oknum polisi tersebut.

Diskresi artinya penilaian secara subjektif untuk melakukan tindakan yang tepat dalam rangka menjaga keselamatan publik.

Dalam kasus ini, Tito menduga pelaku tidak memiliki kemampuan diskresi yang memadai sebagai polisi.

“Penilaian yang bersangkutan, itu adalah pelaku kejahatan. Tapi ternyata bukan. Ini mungkin ada tindakan diskresi yang kurang tepat,” paparnya.

Ia mengatakan dalam menentukan suatu tindakan, seharusnya polisi memiliki kemampuan diskresi yang memadai.

“Akhirnya dikejar, dilakukan penembakan peringatan ke udara, tapi tidak berhenti sehingga dikira pelaku kejahatan dan akhirnya ditembak yang mengakibatkan korban,” ucapnya.

Pada insiden ini, pihak kepolisian telah mengamankan oknum polisi yang melakukan penembakan tersebut, yakni Brigadir K.

Sebelumnya, pada Selasa (18/4) siang, sebuah kendaraan sedan Honda City bernopol BG-1488-ON yang berisi enam orang melintas di pertigaan Jalan Fatmawati, Lubuklinggau Timur I, Kabupaten Lubuklinggau.

Satlantas Polres Lubuklinggau yang saat itu tengah menggelar razia kendaraan, meminta kendaraan tersebut untuk berhenti. Namun, pengendara mobil tersebut tidak mau berhenti dan mencoba menabrak polantas yang sedang razia.

Beberapa petugas yang merasa curiga berupaya mengejar mobil tersebut dan melakukan penembakan sebanyak 10 kali.

Dalam peristiwa itu Surnim salah seorang penumpang mobil meninggal karena tembakan. Sementara korban luka adalah Novianti (30), Dewi Erlina (40), Genta (2), Indra (33), serta Diki (30). Mereka kini dirawat di RSUD Sobirin, Lubuklinggau. Demikian dikutip dari Antara.(zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here