KOTA MALANG– Sekitar 30 lebih orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Malang berunjuk rasa di depan Balai kota Malang, pagi tadi.. Mereka menolak upaya pelemahan KPK melalui revisi UU KPK yang telah disahkan Selasa (17/9).

Nampak pengunjuk rasa yang didominasi oleh mahasiswa Malang itu kompak menggunakan baju hitam dan membentangkan poster beserta spanduk bertuliskan “Di Tangan Jokowi KPK Mati”, “Kata Kakekku KPK Harus Kuat Asiiap”, dan masih banyak lagi.

Bahkan, ada salah satu pengunjuk rasa yang mengenakan topeng Jokowi dihiasi dengan tempelan hidung panjang dari kertas karton.

Dalam unjuk rasa yang dimulai pukul 10.30 ini, koordinator Lapangan Eki Maulana mengatakan, AMAK Malang menyoroti kebijakan DPR dan Pemerintah yang dinilai telah melemahkan kekuatan KPK.

“Hal-hal yang direvisi itu anehnya malah yang merupakan senjata KPK untuk memberantas korupsi. Seperti Dewan Pengawas yang harus dipilih presiden, terus harus izinnya KPK kalau ingin menyadap. Kan itu sangat melemahkan KPK,” ujar Eki.

Untuk itu, Eki mengatakan, dalam unjuk rasa kali ini, AMAK Malang menyampaikan mosi tidak percaya terhadap DPR dan Pemerintah.

“Mereka janji mau menyejahterakan rakyat tapi kali ini institusi yang digunakan sebagai pemeberantasan uang rakyat malah dikebiri,” tuturnya.

Tak lupa, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya Malang Raya agar sadar dan tidak menyerah dalam melakukan perlawanan terhadap segala bentuk pelemahan KPK.

“Tidak hanya hari ini saja, Kami akan lanjutkan ini dengan massa yang lebih banyak kalau mereka (DPR dan Pemerintah) masih tetap melanjutkan kebijakan itu,” tuturnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor : Indra M

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.