MALANG KOTA – Pemkot Malang terus memperbaiki citra pasar tradisional. Tujuannya agar pasar ini mampu bersaing dengan pasar modern yang kian berkembang di Kota Pendidikan ini.

Yang sedang proses pembangunan adalah dua pasar tradisional. Yaitu Pasar Klojen dengan pagu Rp 1 miliar, dan Pasar Baru Timur atau Comboran Baru dengan pagu Rp 1,9 miliar.

Praktis, anggaran untuk dua pasar tersebut mencapai Rp 2,9 miliar. Berdasarkan data Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Kota Malang, dua program Dinas Perdagangan Kota Malang ini sudah tercatat pertengahan Agustus lalu.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto menyatakan, hingga kemarin program tersebut masih proses lelang dan sudah diminati puluhan peserta. ”Kami akan melakukan perbaikan di dua pasar tersebut, utamanya terkait sarana. Sudah proses lelang di LPSE,” kata Wahyu Setianto, kemarin.

Seperti diketahui, salah satu fokus pembangunan Wali Kota Malang Sutiaji adalah revitalisasi pasar tradisional. Total ada 27 pasar tradisional di Kota Malang. Di mana, dari jumlah ini sudah ada beberapa pasar yang dipermak ulang.

Hal ini dilakukan secara bertahap, karena menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Namun, Pemkot Malang manargetkan semua pasar tradisional nanti bakal dipermak ulang. Sehingga, pedagang dan pembeli bisa nyaman dalam bertransaksi.

Wahyu menambahkan, belanja modal pengadaan konstruksi Pasar Klojen masuk dalam pagu perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 dengan nilai Rp 1 miliar. Di mana pembangunan nanti untuk penambahan bangunan kantor dan sarana umum.

Sehingga, Pasar Klojen nantinya memiliki sarana umum yang lebih memadai. ”Kami anggarkan untuk pembangunan kantor dan sarana seperti toilet umum,” imbuhnya.

Sedangkan, masih kata dia, belanja modal pengadaan konstruksi Pasar Baru Timur juga sama. Yaitu masuk dalam pagu perubahan APBD 2019 dengan nilai Rp 1,9 miliar. ”Kami anggarkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini,” terang dia.

Menurut dia, dana hampir dua miliar itu untuk pembangunan 200 unit kios di bagian belakang. Sehingga, keberadaan kios ini bisa membuat penjual dan pembeli nyaman bertransaksi. ”Nanti itu untuk pembangunan kios-kios,” ungkap mantan kepala Dinas Perhubungan Kota Malang itu.

Kios tersebut akan dibangun, kata Wahyu, untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini masih menempati Jalan Halmahera dan sekitarnya. Karena hingga kemarin, pasar tradisional yang sudah diresmikan mantan Wali Kota Malang Moch Anton itu belum beroperasi.

Bahkan, belum ada pedagang yang masuk pasar. Padahal, kondisi pasar di bagian depan sudah bagus. Hanya tinggal menunggu tambahan kios untuk pedagang yang belum tertampung. ”Makanya, anggaran Pasar Baru Timur lebih besar,” ujar dia.

Pewarta : Fajrus Shidiq
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Imam Nasrodin

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.