JawaPos.com–Timnas bakset Indonesia punya amunisi baru. Mereka adalah Denzel Bowles dan Brandon Jawato. Diproyeksikan untuk memperkuat Indonesia dalam kualifikasi FIBA Asia 2021 dan SEA Games 2019, keduanya sudah bergabung dengan latihan timnas sejak awal bulan ini.

Bowles berstatus sebagai pemain naturalisasi. Pemain yang bisa bermain sebagai center atau power forward itu lahir di Virginia Beach, Virginia, AS. Usianya sudah 30 tahun. Selama ini, dia banyak bermain di Tiongkok dan Filipina. Dengan pengalaman yang kaya, dia diharapkan memberi kontribusi besar buat timnas.

“Saya akan melakukan apa pun untuk bisa membantu tim ini. Saya dinilai punya pengalaman dan akan menggunakan kesempatan ini untuk membuktikan itu,” kata Bowles ketika ditemui Jawa Pos kemarin.

Sementara itu, Jawato akan masuk jajaran pemain lokal. Dia memang memiliki keturunan Indonesia. Bapaknya, Nyoman Jawato, berdarah Bali-Hawaii. Ini merupakan kali pertama Jawato memperkuat timnas. Hal itu tidak lepas dari penampilan cemerlangnya membawa CLS Kinghts Indonesia menjuarai ASEAN Basketball League 2018-2019.

“Sebuah kehormatan bagi saya untuk bergabung dengan timnas,” ungkap Jawato. ”Ini kesempatan yang bagus bagi saya. Kami punya tim dan pelatih yang bagus, dan semua bekerja keras di sini. Kami akan memberikan yang terbaik untuk tim ini,” janji pemain kelahiran Santa Monica, California, AS, tersebut.

Pelatih Indonesia Rajko Toroman mengungkapkan kedua pemain itu sangat dibutuhkan oleh tim. Terutama karena postur mereka yang oke. Bowles memiliki tinggi badan 204 cm. Sedangkan Jawato 193 cm.

“Jelas tim ini bisa jauh lebih baik dengan keberadaan mereka. Mereka pemain bagus,” yakin Toroman. ”Danzel (Bowles) berpostur besar dan dia jago membagi bola. Sedangkan Brandon (Jawato) berlatih sangat keras. Membuat atmosfer latihan lebih bagus,” ulas dia.

Manajer timnas Fareza Tamrella berharap bisa memasukkan dua pemain baru itu dalam skuad 12 pemain yang dibawa ke SEA Games nanti. Hanya saja, saat ini keduanya masih menunggu proses administrasi. Paspor Indonesia keduanya belum jadi.

“Kalau secara teknis, (mereka) masuk ya. Tapi kalau nonteknis, dalam arti paspornya atau dokumennya beres, ini yang harus kami kejar secepat mungkin,” papar Fareza. ”Dalam hal ini (keputusan) bukan di tangan kami. Semua (syarat) sudah, termasuk wawancara. Semoga bisa segera beres,” tambah pria yang akrab disapa Mocha itu.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.