MALANG KOTA – Medan yang terjal, hingga tiupan angin menjadi penghambat upaya pemadaman api di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Supit Urang.

Plt Kepala UPT Damkar Kota Malang Anton Viera mengatakan, pemadaman api kemungkinan besar membutuhkan waktu seminggu.

“Kita punya 30 petugas dan enam mobil damkar. Tapi kita butuh waktu lama karena titip api menyebar, dan besar-besar,” ujar dia.

Selain itu, kemampuan fisik petugas juga ada batasnya. “Gak bisa seharian penuh. Harus bertahap. Jam 23.00 kita harus berhenti, meski api belum padam. Ini demi keselamatan petugas,” kata dia.

“Jadi kalau keadannya begini. Saya prediksi bisa sampai satu minggu,” imbuhnya.

Hal ini pun diamini oleh Anang Yuwono, Danru II Damkar Kota Malang. Dia menyebut, ada titip api yang sulit dijangkau. Lokasinya curam. “Kita harus ke bawah dulu. Kira-kira curamnya itu 85 derajat. Jadi harus pakai selang juga untuk turunnya. Di sisi lain, asap membuat pandangan kami terganggu. Susahnya di situ,” kata dia.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor : Indra M

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.