Panglima TNI Dukung Polri Penuh Amanan Pilkada Serentak
Jenderal Gatot Nurmantyo dalam jumpa pers bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya @MalangTODAY/Iatimewa

MALANGTODAY.NET – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mendukung penuh tugas Polri dalam pengamanan Pilkada serentak tahun 2017. Setiap saat dibutuhkan, pihaknya dalam posisi siap untuk menjalan tugas.

“Saya sudah perintahkan kepada seluruh Pangdam, Danrem dan Dandim untuk mendukung penuh pengamanan Pilkada serentak yang diperlukan Polri di manapun berada. Apabila terjadi sesuatu, perlu penambahan pasukan, segera bantu, laporan belakangan,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo dalam jumpa pers bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (10/2).

Sebanyak 101 daerah akan menggelar Pilkada, di antaranya 7 Pilkada Provinsi, 18 Kota dan 76 Kabupaten di seluruh Indonesia. Pilkada akan digelar serentak pada 15 Februari 2017 mendatang.

Sementara terkait Aksi 112, Gatot menyampaikan bahwa banyak ulama, habib dan ustaz yang memprotes aksi tersebut. Mereka keberatan kalau acara tersebut membawa nama ulama.

“Saya ditelepon oleh beberapa habib, ulama dan ustaz yang menyampaikan kepada saya, mereka memprotes bahwa acara tersebut dikatakan acara Ulama, padahal kami tidak ikut,” ungkapnya seperti rilis yang diterima MalangTODAY.net.

Lebih lanjut, Gatot juga menyampaikan pesan dari Ketum PP Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir dan Rais Aam PBNU KH. Ma’ruf Amin yang mengatakan kalau tidak perlu ikut-ikutan Aksi 112. Karena kegiatan itu, katanya bernuansa politik.

“Saya sangat hormat kepada Ketum PP Muhammadiyah Bapak Haedar Nashir yang mengatakan bahwa umat Muhammadiyah benar-benar harus paham, tidak usah ikut-ikutan, karena kegiatan tersebut bernuansa politik, demikian juga yang saya hormati guru saya Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin yang mengatakan melarang umat NU untuk ikut dalam Aksi 112,” ujarnya.

Pria yang pernah menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-30 ini mengatakan kalau kegiatan membaca Al-Quran, tausiah dan dzikir merupakan kegiatan sangat mulia dan baik. Semuanya sebaiknya dilakukan di tempat dan di masjid masing-masing.

“Sebaiknya kegiatan itu dilakukan di masjid masing-masing dengan dipimpin oleh para ulama sebagai pembimbing umat,” ucapnya.

“Saya yakin akan lebih konsentrasi, lebih khusyuk dan doa-doanya lebih dikabulkan, sehingga semuanya tenang,” tuturnya.

Gatot yang sebelumnya pernah menjabat Pangkostrad juga mengimbau masyarakat agar mendukung terciptanya suasana Pilkada yang kondusif, sebagai wujud dari pesta demokrasi yang aman dan damai. Tujuannya agar situasi negara dan bangsa menjadi tenang dan damai.

“Mari kita bersama-sama wujudkan pesta demokrasi yang aman dan damai untuk menyampaikan aspirasi masing-masing,” pungkasnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here