JawaPos.com – Padatnya jadwal kegiatan tak jarang membuat calon pasangan pengantin menggunakan wedding organizer atau WO untuk mengurus pesta pernikahan. Terutama mereka yang ingin menggunakan sentuhan tradisional dalam upacara pernikahan.

WO sendiri biasanya mengatur segala urusan pesta pernikahan. Mulai dari menyusun acara akad nikah dan resepsi, mengatur dekor, catering, rias pengantin, hingga dokumentasi.

Diakui Gandi Priatama, Ketua Umum Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia (Hastana Indonesia), pasangan muda saat ini memang lebih memilih menggunakan adat tradisional untuk pesta pernikahan. WO dipilih karena dianggap lebih mengerti tentang proses atau tahapan pesta pernikahan yang diinginkan. Terlebih di tengah masyarakat kota yang sibuk.

“Kalau 7 tahun lalu yang minta itu (adat tradisional, Red) neneknya atau orang tuanya, kini anak mudanya yang minta,” ujar Gandi saat konferensi pers Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) ke-12 di Jakarta.

Tingginya minat pasangan muda yang ingin menggunakan adat tradisional juga diungkapkan Arief Rachman selaku Direktur Parakrama Organizer. “Calon pengantin yang ingin pakai adat toradisional masih tinggi, ini salah satunya terlihat dari animo pengunjung Gebyar Pernikahan Indonesia yang selalu penuh,” ujar Arief.

Para narasumber saat konferensi pers GBI Ke-12 pada 4-6 Oktober 2019 di Balai Kartini. (Nurul Adriyana/JawaPos.com)

Untuk itu, pihaknya berusaha selalu menawarkan pilihan beragam WO untuk mengakomodir kebutuhan para pasangan calon pengantin. Setidaknya, akan ada ratusan vendor yang mengakomodir WO pada GBI Ke-12 pada 4-6 Oktober 2019 di Balai Kartini.

Tapi, pasangan calon pengantin juga perlu memilih WO dengan tepat. Baginya, memilih WO seperti mencari saudara baru. Sebab, tanpa mengecilkan kinerja WO, ada juga yang dirasa kurang profesional. Sehingga dianjurkan tak asal milih WO, yang nantinya berujung kecewa karena pesta pernikahan tak sesuai dengan harapan.

Untuk memilih WO yang tepat, setidaknya ada 2 langkah yang bisa dilakukan pasangan calon pengantin. Baik yang ingin menggelar pesta pernikahan dengan adat tradisional maupun internasional.

1. Perbanyak Referensi

Pasangan calon pengantin harus banyak cari referensi WO. Setelah menentukan konsep pesta pernikahan, ada baiknya mulai mencari WO yang memiliki keahlian baik di tema tersebut. Bisa cari dari review lewat media sosial. Atau tanya saudara dan sahabat yang pernah menggunakan konsep serupa.

2. Harus Bisa Kasih Solusi

WO dalam perencanaan pernikahan akan menjadi keluarga. Karena selain keluarga inti, WO merupakan pihak utama yang akan diajak berdiskusi dengan pesta pernikahan. Sehingga, tak hanya menampung keinginan calon pasangan pengantin, tapi juga bisa memberikan solusi dari persoalan yang muncul.

“Coba saja tanya, kalau akad baiknya pagi atau sore ya, dari situ WO akan menjawab kan. Nah akan ketahuan jawabannya profesional atau tidak,” ujar Gandi.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.