KOTA MALANG – Siang ini (7/11) Polres Malang Kota melakukan rekonstruksi atau reka ulang penyiksaan bayi umur 3 tahun bernama Agnes Arnelita. Tepatnya dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) Perumahan Tlogowaru D-IV. Kondisi area rumah ini pun dipenuhi warga yang penasaran dengan peristiwa tersebut.

Pukul 14.00 saat tersangka Ery Age Anwar, 36 tahun tiba dengan mobil tahanan, sontak para warga berteriak menyoraki. Ery tiba diikuti kedatangan Kapolres Malang Kota beserta jajarannya.

“Wee nyawa di balas nyawa woi! Nggak due ati (nggak punya hati). Hukum mati saja pak! Bukan orang itu, setan!,” teriak warga sambil terus menyoraki keluarnya tersangka dari mobil.

Bahkan beberapa diantara warga pun tak jarang yang melontarkan caci makian dan kata kasar kepada Ery. Warga sepertinya sangat kesal dengan berita penganiayaan yang dilakukan Ery.

Seperti yang diwartakan, Ery Age ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan anak tirinya pada Jumat (1/11). Ia diduga menendang perut dan punggung anak tirinya serta ‘membakar’ telapak kaki bocah mungil Agnes hingga tewas pada Rabu (31/10).

“Tersangka kesal karena anak tirinya sering buang air besar sembarangan. Setelah menendang dan membakar kaki, korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawannya tak tertolong,” ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander, Jumat (1/11).

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.