PUJON – Dari waktu ke waktu, jumlah obyek wisata terus bertambah. Baik itu wisata alam, maupun wisata buatan.

Nah, bagi Anda yang menjadi pengelola, atau berencana untuk mengelola obyek wisata, rasanya informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur ini wajib diperhatikan.

Kepala Dinkes Jatim Kohar Hari Santoso mengatakan, sebuah obyek wisata harus memiliki sanitasi yang layak. Mencakup Open Defecation Free (ODF). Yakni suatu kondisi di mana tidak ada lagi orang dalam komunitas yang buang air besar sembarangan.

Kohar mengatakan, obyek wisata yang telah dilengkapi dengan toilet tidak serta merta disebut ODF. “Yang jadi permasalahan adalah pembuangan limbahnya. Walaupun kamar mandinya layak, namun kalau pembuangannya di sungai atau kebun tentu salah,” jelas Kohar.

Kohar mengatakan, ketika limbah itu masih dibuang sembarangan, dampaknya akan buruk bagi kesehatan. Di antaranya memicu munculnya diare.

“Oleh sebab itu pembangunan sanitasi dan pembangunan pariwisata harus bisa berjalan seimbang,” tukasnya.

Kohar menambahkan pada setiap sanitasi harus memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Terutama IPAL komunal.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Choirul Anwar
Redaktur : Indra Mufarendra

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.