Nenek 65 Tahun Tanggung Hutang Banyak Karena Paceklik
ilustrasi penambak bandeng yang merugi karena kondisi cuaca buruk di Kabupaten Cilacap @MalangTODAY/istimewa

MALANGTODAY.NET – Beberapa waktu terakhir Kabupaten Cilacap dilanda oleh cuaca yang tak bisa ditebak. Kondisi cuaca yang cukup buruk tersebut membuat petambak udang windu dan ikan bandeng di Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Kabupaten Cilacap merugi.

Salah seorang petambak, Carsem mengatakan panen yang ia dapat sangat minim di musim seperti sekarang.  “Kemarin saya menebar bibit bandeng sebanyak tujuh ribu ekor tapi hasil panennya sangat sedikit sehingga tidak bisa untuk membeli benih udang windu,” ujar perempuan usia 65 tahun tersebut.

Ia mengatakan bibit bandeng tujuh ribu ekor itu dibeli dengan harga Rp 800 ribu namun setelah dibudidayakan selama empat bulan hanya bisa dipanen 1,3 kuintal atau setara Rp1,3 juta.

Dia mengatakan hal itu terjadi karena ikan bandeng yang dibudidayakan banyak yang hilang saat terjadi rob.

Dirinya sekarang jarang menghasilkan bandeng secara optimal karena sering terjadi rob dan hasil tertinggi yang pernah diperoleh hanya dua kuintal.

“Sekarang kami mengalami paceklik. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, saya hanya mengandalkan udang krosok,” kata Carsem yang menggarap enam hektare tambak tanah timbul yang muncul akibat sedimentasi di kawasan laguna Segara Anakan.

Ia menjelaskan hanya bisa memperoleh udang krosok 1-2 kilogram per hari dengan harga jual Rp17 ribu per kilogram.

“Sudah satu tahun ini, saya tidak membudidayakan udang windu karena benihnya enggak bisa beli. Harga benih udang windu sebesar Rp350 ribu isi 10 ribu ekor,” kata dia yang berasal dari Karawang, Jawa Barat.

Oleh karena hasil panen bandengnya tidak optimall, Carsem menyatakan kepada Antara, Minggu (19/3) ia harus menanggung banyak hutang untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama suaminya, Tanu (70), yang stroke.(zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here