Makna Nasionalisme Zaman Now Versi Ketua MPR Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan@instagram/zul.hasan

MALANGTODAY.NET– Ketua MPR Zulkifli Hasan membahas tentang nasionalisme zaman now, yang merupakan kata slang yang digunakan generasi milenial untuk menyebutkan tentang situasi pada saat ini.

“Nasionalisme zaman now itu bermakna manusia Indonesia yang cinta budaya lokal daerahnya, bangga terhadap identitas nasionalnya dan memiliki daya saing di level global,” kata Zulkifli Hasan dalam rilis, Selasa (24/10).

Ketua MPR mengemukakan hal tersebut ketika menjadi pembicara dalam Conference on Indonesian Foreign Policy bertajuk `Nasionalisme Abad 21 di The Hall Kota Kasablanka, Sabtu (21/10).

Acara diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia merupakan forum anak anak muda yang memberi perhatian pada isu kebangsaan dan luar negeri.

Di hadapan peserta yang merupakan generasi millenial, Zulkifli Hasan bicara tentang memaknai nasionalisme sesuai semangat kekinian anak muda.

Untuk itu, ujar dia, pada saat ini sudah bukan waktunya lagi generasi muda mengungkit-ungkit lagi perbedaan suku, agama, atau latar belakang lainnya.

“Mempersoalkan perbedaan itu mundur ke belakang. Padahal perbedaan itu sudah selesai 72 tahun dengan rumusan Pancasila dari ‘founding fathers’ kita,” paparnya.

Dilangsir dari Antara, sebelumnya, Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengatakan, pembenahan berbagai museum yang tersebar di seluruh Indonesia merupakan hal yang penting untuk mengokohkan budaya bangsa, meningkatkan nasionalisme, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Politisi PAN itu berpendapat saat ini museum yang dikelola pemerintah pusat maupun daerah dinilai hanya menjadi objek pelengkap dan masih belum dikelola dengan baik dan profesional.

Menurut dia, seharusnya budaya menjadi aspek penting dalam perspektif pengelolaan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan untuk mengokohkan nasionalisme dan patriotisme generasi bangsa, bisa dilakukan melalui pemaknaan atas peristiwa sejarah bangsa agar ada ketersambungan sejarah bangsa.

“Generasi bangsa saat ini terutama generasi muda sangat penting mempelajari dan memahami sejarah bangsa. Kata Bung Karno ‘Jas merah’, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Setelah mempelajari diharapkan bisa menghargai lalu mewarisi semangat dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan,” kata Jazuli di Jakarta, Rabu (27/9).

Jazuli mengatakan bahwa masyarakat jangan mau diadu domba sehingga sebaliknya terus jalin persatuan dan kesatuan dengan sesama komponen bangsa.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda