Joko Widodo dan Prabowo Subianto @ tribunnews
Joko Widodo dan Prabowo Subianto @ tribunnews

MALANGTODAY.NET Hampir selama pemerintahan Indonesia berdiri, seluruh menteri agama diisi tokoh dari kalangan Muslim. Tidak sedikit yang juga memikirkan tentang peluang dari kalangan non-Muslim mengisi kursi menteri agama.

Terkait hal itu kedua kubu baik Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno angkat bicara.

BACA JUGA: Bukan Puti Guntur Soekarno, Ternyata Ini Kandidat Kuat Pengganti Risma

Mayoritas Indonesia adalah Muslim menjadi alasan utama

Melansir dari laman IDN Times, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Lena Marayana Mukti mengatakan tidak ada salahnya dengan menteri agama dari kalangan non-Muslim. Tetapi saat ini belum ada memungkinkan kursi tersebut diisi dari kalangan selain Muslim.

Alasannya, kata Lena, karena mayoritas di Indonesia adalah penduduk Muslim, sehingga menteri agama umumnya diambil dari kalangan Muslim.

“Mengingat pasti nanti ada kritik dari masyarakat bahwa mayoritas penduduk di negeri ini kan muslim, tentu menteri agama harus yang berasal yang mayoritas. Dan itu biasa saja terjadi. Di luar juga begitu kan,” kata Lena, Senin (12/11/2018).

Kecil kemungkinan menteri agama dari kalangan non-Muslim

Lena mengatakan meski di kementerian agama sudah ada direktorat khusus yang mengurusi agama-agama besar di Indonesia, tetapi tetap sulit jika menteri agama dijabat dari kalangan non-Muslim.

“Tapi kalau untuk menag (menteri agama) sulit ya, untuk situasi sekarang ini. Rasanya hampir tidak ada lah kemungkinan itu,” tutur dia.

Prabowo-Sandiaga kemungkinan besar akan memilih menteri agama dari kalangan Muslim

Dradjad mengatakan, belajar dari banyak negara tersebut, Indonesia pun sama. Artinya sebuah pemerintahan akan menyesuaikan dengan kaum mayoritas untuk memilih menteri agama.

“Indonesia juga sama dengan negara-negara di atas, di mana menteri agama dijabat oleh pemeluk agama mayoritas,” ungkap dia.

BACA JUGA: 5 Kisah Horor Legendaris Kampus ITB Bandung, Bayanginnya Aja Ogah!

Dradjad pun menyebutkan di Indonesia memiliki banyak ormas Islam, di antaranya yang terbesar adalah Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Karena itu, dari kalangan ormas tersebut lah menteri agama memiliki peluang besar.

Baca Juga  Pilpres 2019, Kontestasi Jokowi vs Prabowo atau Pertarungan Para Jenderal?

“Mengingat NU adalah ormas Islam terbesar, sebagian besar menteri agama di Indonesia berlatar belakang NU, yaitu 18 kali, dari Muhammadiyah tiga kali,” kata dia.

Kesimpulannya, sulit bagi kalangan non-Muslim menjadi menteri agama. Meski begitu peluang masih tetap ada. Bagaimana menurut kamu ZensTODAY?


Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa

Loading...