Presiden Jokowi Minta Rakyat Tak Ragu Gunakan KIS ke Pukesmas
Ilustrasi Kartu Indonesia Sehat © 2017 Vittalia

MALANGTODAY.NET – Aparat Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur, mengamakan 143 Kartu Indonesia Sehat (KIS) dengan alamat warga Surabaya, setelah tergeletak berserakan di tepi sungai Desa Gandusari, Kabupaten Blitar.

Kepala Polres Blitar AKBP Slamet Waloya mengemukakan, telah menerima laporan tentang temuan KIS tergeletak berserakan di tepi sungai Dusun Rejosari, Desa/Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Kartu itu juga langsung diamankan oleh petugas.

“Kami menerima laporan temuan KIS tersebut sebanyak 110 kartu, yang ditemukan warga di tepi Sungai Dusun Rejosari, Desa Gandusari. Kartu itu berada di dalam kantong plastik,” katanya seperti dilansir dari Antara, Minggu (23/07).

Ia mengatakan, kartu itu ditemukan oleh Kasih Indrawati (34), warga Dusun Rejosari, Desa/Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Yang bersangkutan awalnya hendak pergi ke sungai di dekat rumahnya dan melihat ada bungkusan plastik yang ternyata berisi KIS.

Setelah diteliti, ternyata KIS itu mayoritas identitasnya warga Surabaya. Salah satunya dengan nama Ismail Sisin, warga Siwalan Tengah, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Seluruh kartu tersebut juga diamankan petugas.

Petugas pun, kata dia, juga kembali melakukan penyisiran, dan ternyata menemukan lagi 26 kartu serta sejumlah bekas amplop kartu yang sudah hancur terendam air. Dengan temuan baru setelah penyisiran itu, secara total KIS yang diamankan polisi mencapai 143 kartu.

Polisi juga masih melakukan penyelidikan terkait dengan temuan KIS, apakah ada kesengajaan dibuang atau tidak. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan untuk mengusut asal muasal kartu tersebut.

“Kami belum mengetahui pemilik barang tersebut serta keasliannya. Kami masih koordinasi dengan dinas kesehatan untuk menelusuri pemilik barang itu,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kasih, penemu kartu itu mengaku awalnya ia melihat ada banyak tumpukan sampah di dekat sungai. Ia kaget setelah dibuka ternyata isinya KIS. Sampah itu diketahui sudah beberapa hari di tepi sungai.

“saya lihat di sungai banyak sampah, ternyata banyak KIS. Jumlah awal saat dihitung ada 110. Saat ditemukan, kartunya juga banyak yang hancur, mungkin juga hanyut,” katanya.

Kasih juga mengaku “memosting” temuan itu ke jejaring sosial “Facebook” dengan harapan bagi yang merasa kehilangan bisa secepatnya tahu. Selain itu, ia juga berharap, jika kartu itu memang asli dan datanya benar, warga bersangkutan bisa secepatnya mengambil. Terlebih lagi, KIS juga sangat dibutuhkan warga kurang mampu.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.