MALANGTODAY.NET – Kabar mengejutkan datang dari misili Jabhat Fatih asy-Syam di Suriah yang dikabarkan  memerintahkan anak buahnya yang berada di Indonesia untuk membunuh Basuki Tjahaja Purnama dengan cara menembak mati, jika pria yang akrab disapa  Ahok itu tidak dihukum atas kasus dugan penistaan agama.

Peneliti terorisme di Asia Tenggara, Sydney Jones, mengungkapkan bahwa  ancaman itu disebarluaskan Jabhat Fatih lewat sebuah foto beredar di kelompok telegram Al-Ghuroba sejak Sabtu pekan lalu.

Ada dua foto berbeda yang saat ini tengah viral di media sosial. Foto pertama, terekam seseorang berpakaian seragam militer dan disampingnya terdapat sebuah peti kayu, peluru, granat dan senjata laras panjang.

Di peti kayu pada foto itu ditempel kertas bertuliskan ‘Peti mati untuk Ahok’, juga terpampang beberapa lembar kertas lain dengan kalimat-kalimat ancaman, ‘Tangkap Ahok sebelum 4 November’ #Jaisy Al-Fath’.

Sementara dalam foto kedua, terdapat empat orang di mana salah satunya memegang kertas yang bertuliskan, ‘Hukum Ahok atau Peluru Kami yang Menghukum’ #Jaisy Al-Fath’. Dilansir dari intelejen.co.id, satu lelaki bertopeng dan lebih pendek dicurigai jihadis asal Tanah Air.

Penasihat senior dari International Crisis Group (ICG) ini menjelaskan Jabhat Fatih dan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) telah memerintahkan para pendukungnya ikut dalam demonstrasi anti-Ahok yang akan digelar besok, Jumat (04/11).

Ia belum mengetahui berapa banyak anak buah pendukung ISIS dan Jabhat Fatih yang  bakal bergabung dalam protes anti-Ahok. “Ada kelompok pro-ISIS didorong oleh pimpinannya untuk ikut aksi hari Jumat dengan tujuan mengacaukan,” kata Sydney

“Yang kami tahu dari telegram, ada banyak pesan dikirim dari kelompok telegram Al-Ghuroba buat ikut dalam demo untuk mengobarkan api jihad,” tambahnya.

Sydney Jones berharap tidak akan terjadi terjadi bom bunuh diri di tengah ribuan demonstran besok.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda