MALANG KOTA – Popularitas Malang Flower Carnival (MFC) di mata dunia kian melambung. Bahkan, Kementerian Pariwisata RI melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara menyebut, MFC mendekati sejajar dengan Festival Rio de Janeiro Brasil yang kondang itu. Alasannya, jumlah peserta MFC tiap tahun terus bertambah.

Tahun lalu sekitar 200 peserta, MFC yang berlangsung di Simpang Balapan hingga Jalan Besar Ijen itu kemarin diikuti 300 peserta. Mereka tidak saja dari Jawa Timur, tapi juga ada yang dari luar pulau dan luar negeri. Di antaranya, peserta dari Makassar, Palu, Jawa Tengah, dan Ceko.

Termasuk sejumlah mahasiswa asing yang kuliah di Malang juga menjadi peserta. Apalagi MFC ini sudah mewakili Indonesia sebanyak 36 kali di ajang internasional. Itu karena kreativitasnya yang seolah tidak ada habisnya.

Pada MFC kemarin, puluhan ribu penonton tumplek bleg memadati Jalan Ijen. Mereka begitu terhibur dengan sajian beragam busana dengan ratusan motif bunga. Bahkan, ada sejumlah peserta yang memakai kostum cukup nyeleneh. Mulai model raksasa, landak, butho abang, hingga singo putih. 

CEO MFC Agus Sunandar menyebut, dalam MFC 2019 ini sengaja mengambil tema-tema lokal. Yakni, ”Padma Nusa” dari sejarah Kerajaan Singhasari. Namun, untuk para pesertanya bisa mengkreasikan busana sesuai tema bunga merekah. ”Saya tidak menyangka pesertanya sebanyak ini,” tandas Agus.

MFC kali ini juga ada peserta tamu dari Kabupaten Malang. Yakni, Pesona Gondanglegi dan Joko Roro. Ada 150 peserta yang hadir dari Kabupaten Malang. Mereka menampilkan kostum ala raksasa, landak, butho abang, hingga singo putih. 

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara mewakili Menteri Pariwisata Esthy Reko Astuti menilai, dari segi ekonomi, MFC sanggup menambah pemasukan sektor pariwisata, kuliner, dan penginapan.

”Karena yang datang kan bukan hanya dari Jawa Timur saja. Dari luar Jawa Timur, luar negeri juga ada. Artinya, event ini sendiri bisa terus meningkatkan pengunjungnya ke depan,” kata dia. Tahun depan menjadi satu dekade atau perayaan 10 tahun MFC digelar.

Apalagi, MFC sudah 36 kali mewakili Indonesia di berbagai ajang internasional. Artinya,  ada kesempatan yang semakin dekat MFC bisa sejajar dengan event serupa seperti Festival Rio de Janeiro Brasil yang sudah sejak dahulu menjadi pionirnya carnival event.

”Sehingga dengan viralnya kegiatan ini, secara tidak langsung membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari industri pariwisata. Jadi, pada musim seperti ini para pelaku di industri pariwisata sangat terbantu,” jelasnya.

Dalam MFC itu hadir Wali Kota Malang Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson, Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander, Wakapolres Malang Kota Kompol Ari Trestiawan SH, Ketua Tim Penggerak PKK Widayati, dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Elly Estiningtyas, dan organisasi perangkat daerah (OPD). Para tamu ini kompak memakai kostum bermotif bunga.

Bahkan, peserta dari TK pun ikut berlenggak-lenggok di arena MFC. Sempat ada peserta TK yang menangis. Dia diberi semangat oleh  wali kota dengan dua jempol dari atas panggung. Event ini bisa saja masuk kalender rutin. Peluangnya ke depan sangat baik,” tegasnya.

Dia setuju dengan apa yang disebutkan pihak Kemenpar jika MFC 2019 berhasil menarik ribuan penonton dan ratusan peserta dari seluruh wilayah yang bisa menambah kantong pendapatan Kota Malang.

”Apalagi event ini bertepatan dengan para buyer dan founder dari event Travel Mart. Ini bisa menjadi business-to-business (B to B),” jelas dia. Tahun depan, MFC rupanya siap dimajukan menjadi awal September dan siap launching Februari 2020.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menambahkan, MFC tahun depan tetap diselenggarakan dengan event Travel Mart. ”Efisien ya, mencari rekan bisnis sambil mengajak mereka berpartisipasi di event tahunan ini,” ujarnya. Selain itu, pihaknya siap mengonsep satu dekade MFC tahun depan lebih berkelas dan terasa cita rasa internasional.

Pewarta : Sandra Desi, Eri
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdum Muntholib

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.