Meskipun Didemo, FPI Akui Masih Butuhkan Facebook
Ilustrasi FPI ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman
Penulis : Endra Kurniawan

Editor: Endra Kurniawan

MALANGTODAY.NET– Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi demo dengan tajuk aksi damai 121 ‘Tolak Kezholiman FB’, Jumat (12/1). Aksi demo yang berlangsung di depan kantor facebook Indonesia di Gedung Capital Place, Jakarta tersebut merupakan buntut dari ditutupnya 59 akun milik FPI oleh facebook.

Namun demikian, FPI akui masih membutuhkan media sosial facebook untuk melancarkan usaha dakwahnya. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Presidium Alumni aksi 212, Slamet Maarif. Pihaknya mengaku selama ini facebook memiliki andil besar dalam membantu program dakwah yang dilakukan FPI, khususnya dakwah di jejaring sosial.

“Karena bagiamanapun saya akui, kami akui ada andil besar FB terhadap dakwah kita. Kita masih membutuhkan FB bagi dakwah kita,” kata Slamet yang juga merupakan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) di depan kantor FB, tepatnya, Jumat (12/1) seperti MalangTODAY kutip dari laman republika.com.

Slamet melanjutkan jika Muslim Cyber Army memiliki rencana memboikot facebook dan menggantikannya dengan media sosial baru yang sudah launching beberap waktu lalu.

“Kemarin dari teman-teman Muslim Cyber Army yang ada wacana boikot FB kemudian berupaya membuat akun baru. Sekarang sudah launching, saya lupa namanya. Tapi sedang proses penyempurnaan, termasuk kemampuan menangani hacker,” timpal Slamet.

Dalam aksi demo siang tadi Slamet meminta penjelas kepada media sosial buatan Mark Zuckerberg perial pemblokiran akun-akun dahkwah milih FPI.

“Harus ada buktinya, makanya (kita) ada komunikasi sama FB standarnya apa (akun tersebut diklaim berbahaya),” tambahnya.