KOTA MALANG – Braille E-Ticket and Extraordinary Access for Visual Disabilities (Brexit) Puskesmas Janti naik kasta. Pada Selasa (13/8) Brexit masuk Top 99 Pelayanan Publik 2019. Alangkah terkejutnya pada Rabu (14/8) Puskesmas Janti menerima pengumuman resmi bahwa Brexit masuk Top 45 Pelayanan Publik 2019.

“Alhamdulillah insya Allah penghargaan akan diterima pak wali di Bulan September. Kami kaget waktu ada pengumuman ini,” ungkap Kepala Puskesmas Janti, Endang Listyowati, SKepNs, MMkes.

Fasilitas yang awalnya dibuat untuk warga Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang (RSBN) ini memang membanggakan. Bagaimana rupa Brexit? Berikut radarmalang.id rangkum!

1. Guiding block

Saat masuk gerbang Puskesmas Janti, disabilitas tuna netra akan disambut guiding block berwarna kuning. Garis-garis timbul ini akan mengarahkan pasien tuna netra ke pintu masuk.

2. Guiding Carpet

Setelah masuk pintu, pasien tuna netra akan menerka karpet berwarna merah untuk petunjuk jalan di dalam ruangan. Di setiap tempat pemberhentian diberi gundukan kecil untuk tanda berhenti.

3. Papan Braille

Mulai dari pintu masuk, ruang tunggu, poli, hingga pintu keluar akan ada papan braille. Masing-masing papan menunjukkan nama tempat. Sehingga pasien tuna netra bisa mandiri menuju saat registrasi sampai menuji poli.

4. Ruang Tunggu Prioritas

Saat mengantri, Puskesmas Janti menyediakan ruang tunggu khusus untuk tuna netra. Kursi ruang tunggu tersebut dipasangi kain dengan tonjolan kancing baju yang bertuliskan ‘kursi tunggu’ dalam huruf braille.

5. Resep Obat Versi Braille

Setelah periksa dan menuju loket pengambilan obat, pasien tuna netra akan menerima resep obat dengan tulisan braille. Tiap obat dipisah di kantong plastik yang berbeda. Sehingga disabilitas dapat memisahkan masing-masing jenis obat.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.