Mega Korupsi E-KTP Korbanin Duit Rakyat Lagi?
Ilustrasi E-KTP @MalangTODAY.net/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Polemik terkait mega korupsi e-KTP kembali memasuki babak baru pekan ini. Dugaan terkait keterlibatan nama-nama besar pun tak terhindarkan, pasca beredarnya informasi  terkait jumlah nominal uang yang membanjiri kantung para politikus DPR.

Dugaan keterlibatan para politisi terungkap lantaran lembaran (yang diduga) surat dakwaan tersangka Irman dan Sugiharto mencuat ke ranah publik.

Seperti dirangkum dari situs Okezone, pernyataan dalam surat dakwaan Nomor: 15/24/02/2017 tersebut, mengejawantahkan nama-nama anggota atau mantan anggota DPR, beserta nominal rupiah diberikan kepada mereka.

Tidak tanggung-tanggung duit rakyat yang terjarah, nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

Lembaran tersebut juga memaparkan bahwasanya tindak pidana korupsi tersebut dilakukan Irman dan Sugiharto, besarta pihak-pihak lainnya.

Terkait dengan memanasnya polemik mega korupsi e-KTP tersebut, beberapa netizen pun ikut menyuarakan unek-uneknya melalui akun twitter masing-masing, seperti berikut ini.

“gw klo keinget kasus korupsi EKTP sumpah bener2 bikin darah tinggi gatega liat nyokap klo mau ngurus sesuatu pasti terhambat. Gaada KTP,” tulis @diandrakinarian

“Yg lebih terguncang adalah hati rakyat yg terluka krn uangnya dijarah ramai2 dlm megakorupsi E-KTP. Hukum! Selamatkan uang rakyat segera!” tulis @didi_irawadi

Mega Korupsi E-KTP Korbanin Duit Rakyat Lagi?
Capture cuitan tweeps @MalangTODAY.net/Istimewa

Pada tanggal 1 Maret 2017 ini, skandal mega korupsi e-KTP mulai dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat. Selanjutnya, pada tanggal 3 Maret 2017, Agus Rahardjo selaku Ketua KPK menyatakan bahwa kasus tersebut telah menyeret banyak nama besar. Perkembangan terakhir pada 9 Maret 2017 kasus ini mulai disidangkan, akan tetapi tidak boleh disiarkan langsung ke publik.

Mendapati kenyataan tersebut, Direktur Advokasi Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) yang juga ahli hukum tata negara UGM, Oce Madril menyayangkan lantaran tidak disiarkan secara langsung, karena menurutnya itu termasuk kejahatan luar biasa, sebagaimana cuitannya di akun twitter @ocemadril berikut.

“Sangat disayangkan sidang Ektp tdk boleh disiarkan langsung..publik berhak tau. Korupsi kejahatan luar biasa”

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here