Mahfud MD Jelaskan Arti Gelar Habib, Netizen Pertanyakan Status ‘Mereka’
Mahfud MD @Media Indonesia

MALANGTODAY.NET – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebut paslon capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bisa memenangkan Pilpres 2019 asal berani melakukan satu hal.

Satu hal yang dimaksud oleh Mahfud MD yakni menunjukkan bukti adanya kecurangan ke Mahkamah Konstitusi. Menurutnya, jika paslon nomor urut 02 tersebut tidak puas di KPU maka bisa mengajukan gugatan ke MK.

“Seharusnya kalau memang tidak mau atau tidak menerima, kecurangannya di mana, tunjukkan saja lalu adu data di KPU. Kalau tidak puas di KPU, adu lagi ke MK,” ujar Mahfud MD dalam tayangan iNews Sore, Rabu (15/5/2019) dilansir dari Suara.com (16/5/2019).

Mantan Menteri Kehakiman dan HAM RI ini mengungkapkan jika tidak ada gugatan yang dilayangkan ketika hasil Pilpres resmi keluar, maka secara hukum Pilpres telah usai.

“Nah, tanggal 22 Mei kalau tidak menggugat ke MK sampai dengan tanggal 25, maka pemilihan presiden secara hukum, secara yuridis, sudah selesai, tidak ada masalah,” ungkap Mahfud MD.

Lebih lanjut, Mahfud membeberkan pengalamannya sewaktu menjabat sebagai ketua MK. Ia mengaku seringkali mengubah hasil suara pemilihan pejabat karena ada bukti yang kuat.

“Nah di MK itu bisa lo mengubah suara. Saya waktu jadi ketua MK sering sekali mengubah hasil suara anggota DPR, kemudian kepala daerah, gubernur, bupati,” bebernya.

“Itu bisa yang kalah jadi menang, bisa suaranya berubah susunannya, ranking satu dua tiga menjadi yang nomor tiga, nomor satu, dan sebagainya. Itu sering sekali dilakukan asal bisa membuktikan,” sambungnya.

Kalaupun salah satu paslon tidak terima akan hasil Pilpres, mereka setidaknya harus menunjukkan bukti kuat adanya kecurangan yang terjadi. Mahfud MD menilai jika  tidak ada adu data dan menunjukkan bukti kuat maka tindakan tersebut tidak adil. (AL)

 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.