Polisi Selidiki Penembakan Misterius di Gatot Subroto
Ilustrasi penembakan. (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Jember bernama Dedi (25), warga Bima, Nusa Tenggara Barat, tewas ditembak oleh orang tidak dikenal di depan Pertokoan Hardys, Jalan Raya Sultan Agung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat itu korban Dedi berboncengan dengan temannya bernama Rama menggunakan sepeda motor Suzuki Smash warna biru yang melaju ke arah Alun-Alun Kota Jember.

Kemudian ada dua mobil Swift dan Jazz yang melintas, dan korban bersama temannya berusaha menghentikan mobil tersebut, sehingga terjadi perkelahian di samping pintu depan sebelah kiri mobil Swift.

Setelah terjadi pertengkaran, tiba-tiba terdengar suara letusan dari dalam mobil Swift yang mengakibatkan korban mengalami luka tembak di rahang sebelah kanan yang menembus kepala korban, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Dikutip dari Antara, berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, diduga pelaku sebanyak empat orang dengan menggendarai dua mobil, namun yang menembak korban hanya satu orang.

Usai insiden penembakan itu, pelaku yang diduga mengendarai mobil Suzuki Swift kabur meninggalkan korban dengan melaju kencang kendaraannya menuju ke Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Keluarga besar serta warga Bima Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang berada di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penembakan mahasiswa  semester 10 Fakultas Bahasa Indonesia itu.

Menurutnya, karakter atau sifat warga Bima cenderung keras, sehingga aparat penegak hukum tidak boleh main-main dalam mengusut kasus penembakan yang menimpa Dedi karena dampaknya tidak bagus. “Saya meminta Kapolres Jember untuk bekerja secara profesional dan mengusut tuntas kasus penembakan yang menewaskan mahasiswa asal Bima,” kata Husni Thamrin yang merupakan sesepuh keluarga besar warga Bima di Kabupaten Jember, Minggu.

Menurut Husni, Dedi sering menghadiri acara kegiatan keluarga besar Bima di Kabupaten Jember karena ikatan kekeluargaan warga Bima cukup kuat.

Korban Dedi merupakan mahasiswa Fakultas Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ) semester akhir yang berasal dari Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Selama menempuh pendidikan di Kabupaten Jember, dia tinggal di sebuah rumah kos yang berada di Kecamatan Rambipuji.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here