Lombok Tsunami? Selamatkan Diri dengan Cara Ini
Gelombang tsunami di Aceh tahun 2004 silam (Google.com)

MALANGTODAY.NET – Gempa kembali mengguncang daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8) sekitar pukul 18.46 WIB. Gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter ini sempat dinyatakan berpotensi sunami oleh BMKG. Hal ini tentunya memicu kepanikan bagi warga sekitar. Untuk itu MalangTODAY telah merangkum apa yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan diri dari bencana tsunami.

Baca Juga: Gempa Kembali Guncang Lombok, Getarannya Terasa Sampai Kota Malang

  1. Memanfaatkan Golden Time

Ketika gempa besar terjadi di pesisir pantai dan berpotensi tsunami, sebenarnya ada jeda waktu sebelum ombak besar datang dan menyapu daratan. Jeda waktu inilah yang disebut dengan golden time. Bagi masyarakat yang tinggal di pesisir, tindakan yang diambil dalam golden time ini mentukan keselamatan mereka.

Mengutip BBC News Indonesia pada Minggu (5/8) wilayah indonesia memiliki golden time antara 10 sampai dengan 30 menit. Usahakan dalam selang waktu tersebut tidak panik dan carilah informasi terpercaya akan potensi tsunami yang terjadi. Biasanya, BMKG akan merilis pernyataan resmi tentang potensi tsunami dalam rentan lima menit setelah guncangan gempa terasa.

Baca Juga: 6 Cara Menyelamatkan Diri Jika Terjadi Gempa Saat Mendaki Gunung

Jika gempa tersebut dinyatakan berpotensi tsunami maka segera larilah ke tempat yang lebih tinggi dan jauhi bibir pantai. Jika memungkinkan, gunakan kendaraan yang bisa menembus kemacetan, sepeda contohnya,  karena biasanya lalulintas mengalami kemacetan jika bencana terjadi. Namun jika kemacetan parah, berlari menjadi pilihan terbaik.

  1. Pahami Status Peringatan Dini

Ada tiga level status peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG yaitu, Waspada, Siaga, Awas. Waspada berarti, tinggi tsunami yang diperkirakan terjadi kurang dari setengah meter. Status siaga untuk tinggi gelombang yang diperkirakan antara setengah hingga tiga meter. Yang terakhir Awas. Level ini digunakan untuk gempa dengan tinggi tsunami yang diperkirakan hingga lebih dari tiga meter.

Penulis : Kistin Septiyani
Editor : Kistin Septiyani