Catat! Inilah 5 Fenomena Alam yang Tersisa Tahun Ini, Besok Juga Ada, Loh!
Gerhana Bulan di Yunani pada tahun 2017 @ Costas Baltas / Reuters file

MALANGTODAY.NET – Gerhana Bulan terlama akan muncul di bulan Juli 2018 ini. Fenomena ini akan berdurasi 103 menit atau 1 jam 43 menit dan muncul pada 28 Juli 2018.

Fenomena alam ini akan terlihat di Amerika Selatan, Timur Afrika, Timur Tengah dan Asia, termasuk Indonesia.

Dilansir dari tempo.co, menurut Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie, gerhana parsial atau sebagian akan dimulai pukul 01.24. Gerhana bulan total akan dimulai pukul 02.30. Puncak totalitas gerhana sekitar pukul 03.21 dan gerhana total berakhir 04.14.

Sebelum menonton, ada beberapa hal yang wajib kamu ketahui seputar gerhana bulan 28 Juli 2018.

Baca Juga: Peringatan Puncak Adhyaksa ke – 58, Ini Harapan Kejari Kota Malang

Dilansir dari NBC news, berikut 4 fakta tentang gerhana bulan 28 Juli 2018. Termasuk link streaming buat nonton gerhana!

1. Apa yang Terjadi Selama Gerhana Bulan?

Seperti halnya dalam proses gerhana bulan, bulan akan sejajar dengan orbit Bumi. Ketika sejajar penuh, warna gerhana akan berubah menjadi merah seperti darah.

Warna ini disebabkan oleh atmosfer Bumi yang menyebarkan cahaya dari matahari dan melemparkannya ke Bulan.

Seorang Ahli Geologi Planet di NASA Goddard Space Flight Center, Noah Petro mengatakan bahwa hal ini mirip seperti proyeksi sunrise dan sunset di permukaan Bulan.

“It’s like the projection of sunrises and sunsets onto the lunar surface,”

“Hal ini seperti proyeksi sunrise dan sunset di permukaan Bulan,” jelasnya.

Baca Juga: KKUI Malang Raya Gelar Design Thinking Camp 2018 Skala Internasional

2. Kenapa Durasinya Panjang?

Berbeda dengan gerhana bulan pada umumnya, gerhana bulan di 28 Juli 2018 nanti akan memiliki durasi panjang.

Hal ini disebabkan oleh Bumi melemparkan bayangan yang memproyeksikan bentuk kerucut imajiner atau imaginary cone. Gerhana bulan terlama terjadi ketika bulan bergerak tepat di tengah-tengah kerucut ini.

3. Waktu Terbaik Melihat

Berdasarkan informasi dari NASA, tempat terbaik untuk melihat fenomena ini dari awal sampai akhir adalah Timur Afrika, Timur Tengah, India dan Asia Tengah.

Untuk di daerah Selatan Afrika dan Timur Tengah, bulan akan masuk ke orbit Bumi pada tengah malam waktu setempat. Sementara di India dan Asia Tengah, sekitar pukul 22.44 waktu setempat dan gerhana bulan akan terjadi sekitar tengah malam.

Sedangkan di Amerika Selatan, Barat Afrika dan Eropa, gerhana akan terlihat setelah sunset dan ketika bulan mulai terbit.

Timur Asia, Australia dan sebagian di Barat Pasifik gerhana akan terlihat pada pagi hari sebelum sunrise di tanggal 28 Juli 2018.

Karena fenomena ini terlihat pada tengah malam hingga fajar di Indonesia, nggak usah sedih karena kelewatan karena ketiduran, kamu masih bisa menyaksikan secara online lho! Yaitu melalui live stream di TimeAndDate.com mulai pukul 00.14 sampai 06.28 WIB.

Baca Juga: Aduh, Gantengnya Suami Raisa Bawa Obor Asian Games 2018 Sambil Berselancar

4. Gerhana Bulan Selanjutnya

Gerhana Bulan terlama selanjutnya akan terjadi di Januari 2019 mendatang. Fenomena alam itu akan terlihat di langit Amerika Utara, Amerika Selatan, beberapa negara di Eropa, Afrika dan Pasifik tengah. Pada momen ini, gerhana tersebut akan berlangsung selama 1 jam 2 menit.


Penulis : Annisa Eka Safitri
Editor: Annisa Eka Safitri

Loading...