KOTA MALANGJumlah penonton Arema FC saat laga kandang sepanjang putaran pertama masih belum sesuai ekspektasi. Sebab, beberapa pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan maupun Stadion Gajayana masih ”sepi” penonton. Panitia pelaksana pertandingan Arema FC pun kini mencari cara agar jumlah penonton meningkat di putaran kedua.

Dari sembilan pertandingan laga kandang, jumlah penonton tertinggi yang menyaksikan langsung di stadion adalah saat melawan Persebaya Surabaya, yakni 37.406 orang. Disusul, saat menjamu Persib Bandung sebanyak 31.599 penonton. Dan terbanyak ketiga saat laga penutup di putaran pertama, Arema menjamu PSIS Semarang sebanyak 15.258 penonton.

Sementara laga kandang paling sepi, saat Arema menjamu Bhayangkara FC yang hanya disaksikan 5.234 penonton. Saat melawan Barito Putera 5.652 penonton serta saat melawan Perseru Badak Lampung 7.510 penonton.

Panitia pelaksana pertandingan Arema FC Abdul Haris mengatakan, pihaknya masih tetap berharap dukungan Aremania akan lebih banyak lagi di putaran kedua nanti. Seperti diketahui, saat ini putaran pertama Liga 1 telah usai. Arema melakoni laga pamungkas itu saat menjamu PSIS Semarang di Stadion Kanjuruhan Sabtu lalu (31/8).

”Kami berharap, tentu di putaran kedua akan lebih banyak lagi penonton yang datang ke stadion,” kata dia. Menurut Haris, ada beberapa faktor yang membuat antusias penonton di stadion masih fluktuatif.

”Di antaranya karena pertandingan live, lalu berlangsung pada hari aktif dan jam kerja sehingga tidak maksimal untuk memenuhi stadion,” kata dia.

Selain itu, Haris melanjutkan, ada banyaknya pertandingan dalam sebulan juga membuat Aremania hanya memilih beberapa pertandingan yang prioritas saja. ”Kadang kan pertandingan tiga sampai empat di kandang, ini juga mengurangi jumlah penonton yang datang,” kata dia. Sejauh ini, lanjut Haris, memang tingkat kehadiran penonton masih belum sesuai ekspektasi.

”Namun, kami tetap berterima kasih bagi Aremania yang terus men-support,” kata dia. Jumlah penonton langsung yang datang ke stadion juga bisa dibilang tidak jelek-jelek amat.

”Sebab, kalau dirata-rata kami hitung itu 16 ribuan penonton per pertandingan. Sementara  pendapatan kisaran selama putaran pertama ini (total 9 pertandingan) Rp 5 miliar,” kata pria yang juga sekretaris Dispora Kabupaten Malang itu.

Jumlah tersebut, lanjut Haris, memang pendapatan kotor. Hanya, dinilai masih cukup baik. ”Target kami kisaran Rp 15 miliar,” kata Haris. Jadi, saat ini masih harus mengejar Rp 10 miliar lagi.

Untuk mencapai itu, tentu saja tidak mudah. Sebab, beberapa pertandingan big match sudah berlalu. Seperti saat melawan Persebaya Surabaya dan Persib Bandung.

Di laga putaran kedua ini, Arema hanya punya dua big match yakni saat melawan Persija Jakarta dan Madura United.

Untuk meningkatkan kunjungan, jelas Haris, pihaknya akan bertemu dengan Aremania kembali. ”Beberapa waktu lalu ada masukan agar setiap pertandingan ada undian sehingga akan lebih menarik (penonton),” pungkas Haris.

Pewarta : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Ahmad Yani

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.